Go On, I Am Moving On!

0
43

.Jatuh cinta sejuta rasanya. Patah hati berjuta-juta sakitnya. Demi menghindari perasaan yang hancur berkeping-keping, tidak sedikit orang yang memilih bertahan dengan pasangan yang sama – meski sadar hubungan tersebut berjalan salah – hanya untuk menjaga diri sendiri berada pada titik aman. Aman, namun tidak nyaman.

Berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun Anda habiskan untuk menyembuhkan rasa sakit hati, melupakan mantan kekasih, dan melanjutkan hidup. Malang, pada kenyataannya sebuah ingatan tidak akan bisa dihapus atau dilupakan begitu saja. Kenangan Anda dengan mantan akan terus ada dan telah menjadi bagian dari hidup Anda, suka atau tidak. Lebih baik segera mengambil keputusan untuk menata kembali perasaan Anda yang menjadi tidak karuan akibat putus hubungan. Ingat, jangan sampai hal ini mempengaruhi pekerjaan. Tidak seharusnya karir ikut berantakan hanya karena Anda tidak bisa segera kembali fokus akibat seluruh energi tersita untuk memikirkan hubungan yang telah berakhir.

Bukan hubungan Anda dengan mantan yang harus diselamatkan, melainkan hubungan Anda dengan diri sendiri. Benar, berdamailah dengan diri Anda. Tidak perlu buru-buru memutuskan untuk berteman dengan mantan. Bertemanlah dahulu dengan diri Anda, ini lebih penting. Kesedihan dan keputusasaan bukanlah titik henti Anda. Maju, gerakkan langkah kaki ke depan melewati masa-masa suram tersebut. Jangan diam di dalamnya. Tiap langkah kecil memiliki arti yang cukup besar dalam proses penyembuhan luka batin Anda. Tentukan dan pikirkan dengan masak, apa yang sebenarnya Anda inginkan? Berpisah dan melanjutkan hidup masing-masing atau kembali dengannya? Terimalah kenyataan, bahwa hubungan Anda dengannya telah benar-benar berakhir. Anda tidak akan pernah bisa meneruskan perjalanan hidup dengan utuh kembali, selama belum bisa menentukan sikap dengan tegas. Jadi, jangan ada lagi telepon iseng ke nomernya, melewati depan rumahnya secara diam-diam, dan bombardir pesan pendek kepadanya melalui e-mail ataupun SMS, oke?

Bagaimana Anda mendefinisikan ‘perpisahan’ akan menentukan cepat lambatnya Anda mendapatkan kembali semangat dan ‘jiwa’ Anda. Bila Anda terus menganggap hal ini sebagai mimpi buruk, kehancuran, akhir kehidupan, dan segala sesuatu yang negatif, maka Anda akan terus merasa negatif dan tidak akan pernah merasa baik. Anggap saja, berpisahnya Anda dengan mantan adalah untuk mencapai hal yang lebih baik. Buat hal tersebut sebagai suatu hal yang positif. A progrees, indeed!

Keluarkan perasaan Anda. Bila merasa tidak ada seorang pun yang dapat memahami kondisi Anda, maka setidaknya Anda bisa membagi segala kepahitan itu dengan diri sendiri. Luapkan segala kemarahan dan kesedihan. Lepaskan segala emosi negatif yang ada di dalam diri. Ekspresikan hal tersebut dengan berbagai hal. Jangan ditahan. Buang semua kekesalan dari hati, sehingga hati Anda memiliki cukup ruang kosong untuk menampung perasaan positif yang baru. Jatuh cinta lagi, mungkin? Mengapa tidak? Belajarlah untuk kembali mempercayai seseorang dan sesuatu. Setiap hubungan pasti mengandung resiko. Tidak perlu menghindar. Diri Anda berhak menerima kesempurnaan hidup and that includes a loving-caring relationship.

(Berbagai sumber)

SHARE