My Kid Is A Great Drama Queen!

0
55

.Anak sering menimbulkan keramaian. Berteriak, menjerit-jerit, membanting barang, menangis, dan masih banyak lagi hal yang dia lakukan untuk membesar-besarkan suatu masalah, bahkan sering tidak terdapat satu masalah pun. Semua keributan dan kekacauan dilakukan si kecil hanya untuk menjadi pusat perhatian, be a drama queen.

Apa Anda pernah mendapati buah hati yang mulai beranjak remaja tiba-tiba mendatangi Anda dan dengan sedih mengatakan, bahwa dirinya jelek dan gendut. Tidak ada seorang anak lelaki pun di sekolahnya yang mau berteman dengannya. Dengan penuh simpati Anda berusaha menenangkannya dengan mengatakan, bahwa itu hanya perasaannya saja. Tidak ada yang salah pada fisiknya dan bahwa dia secantik, bahkan lebih cantik dari teman-teman sekolahnya yang lain. Drama bertambah seru dengan anak mulai menyalahkan Anda karena berusaha menutupi kenyataan, bahwa dia jelek dan gendut. Anak meninggalkan Anda dengan bersungut dan mengomel sendiri, “Gendut! Jelek!”

Drama terus berjalan dengan berbagai alur cerita berbeda. Suatu waktu ia mengeluh pada Anda. Dia mengaku sangat sibuk dan kewalahan hingga tidak bisa mengerjakan PR-nya. Anda mendengarkan dengan sepenuh hati, dan menimpali dengan berkata, bahwa sebenarnya ia mempunyai banyak waktu luang di sela-sela tiap kegiatannya. Masalahnya, si kecil tidak pintar membagi waktu dengan baik. Mulailah buah hati Anda ‘membumbui’ pembicaraan dengan beribu alasan mengapa ia tidak mengerjakan PR. Alasan, itu intinya.

Belum lagi pertengkaran si kecil dengan kakaknya dengan membanting pintu dan saling berteriak satu sama lain. Anak sudah pintar berakting, layaknya di sinetron. Ketahuilah, bahwa sebenarnya drama akan dimulai dan terus berulang bila Anda selalu terpancing umpan yang dilemparkan si kecil. Saat dia mulai merajuk, merengek, dan meminta perhatian, tidak perlu menimpali dengan berlebihan. Sentuhan, kedekatan pada anak, emosi yang berlebihan, kata-kata, dan waktu yang Anda berikan untuk si kecil menjadi lima faktor ‘penunjang’ kesuksesan drama yang dia ciptakan. Ghiboo tidak menyarankan Anda bersikap dingin terhadap si kecil. Bukan. Hanya saja, kurangi kadar simpati dan empati tersebut. Jangan terlalu meladeninya.

Anda tetap harus mendengarkan keluhannya dengan baik. Cerna dengan jernih, apa si kecil benar-benar berada dalam masalah atau hanya sekedar ingin manja dan menarik perhatian? Bila ternyata si kecil hanya berusaha memanipulasi suasana dengan berkata, bahwa dia gendut dan jelek, maka katakan padanya, “Sepertinya adik khawatir tidak bisa berteman dengan teman laki-laki, ya?” Ucapkan hal tersebut dengan lembut dan tinggalkan dia. Untuk kasus tidak mengerjakan PR, bila anak berkata dirinya terlalu sibuk dan tidak punya waktu mengerjakannya, Anda cukup merespon dengan berkata, “Wah, stres, ya?” Tidak perlu menunjukkan mimik wajah terlalu serius. Santai saja.

Apapun yang dikatakan anak untuk memancing emosi, Anda harus tetap tenang. Ucapkan kembali apa inti kalimat yang dia ucapkan dengan kata-kata lain. Intinya hanya menegaskan. Jangan memberi kesempatan si kecil untuk memperlebar ‘masalah’.

Tahan emosi Anda agar anak tidak menjadi manja.

(Berbagai sumber)

SHARE