Pujangga Bersajak Haiku

0
30

.Bagi Anda yang gemar menulis puisi, mungkin Anda tertarik tentang haiku. Haiku adalah jenis puisi Jepang tradisional. Pada awalnya, haiku hanyalah bagian dari sebuah rantai panjang puisi, haiku, hokku, dan haikai. Seorang sastrawan bernama Masaoka Shiki akhirnya berhasil membuat haiku menjadi puisi yang dapat berdiri sendiri pada 1890-an.

Dalam puisi haiku, Anda bisa mendeskripsikan apapun. Tema yang ditemukan dalam puisi tradisional Jepang ini bisa dikatakan tidak ada yang rumit ataupun berbelit-belit. Semuanya mudah dipahami dan dikenali. Beberapa bahkan cukup menarik hanya dengan menggambarkan situsi sehari-hari yang tetap dapat membuat pengalaman baru bagi pembacanya.

Puisi ini berisi 17 suku kata yang terdiri dari tiga unit berima, yakni, lima, tujuh, dan lima. Ini wajib diterapkan dalam bahasa Jepang, namun kesulitan ditemui saat membuat haiku menggunakan bahasa Inggris, karena memiliki kosa-kata dengan banyak silabus.

Puisi haiku harus dibagi menjadi dua. Pembagian ini selayaknya memiliki suatu imajinasi tertentu yang membatasi kedua bagian tersebut dan mereka harus saling melengkapi arti masing-masing bagian.

Selain mengisahkan situasi sehari-hari, haiku juga bertemakan musim. Itu sebabnya Anda harus menyertakan kigo, yakni kata kunci sebuah musim. Contoh, untuk menyatakan musim semi, Anda harus menuliskan mekarnya pohon ceri. Salju tentu saja melambangkan musim dingin dan nyamuk untuk musim panas. Meski demikian, kata-kata yang digunakan tidak harus selalu sedemikian jelas.

Terdapat aturan-aturan baku yang harus diikuti untuk menciptakan sebuah haiku dalam bahasa asing selain Jepang. Untuk menerjemahkannya, Anda harus memilih untuk menuruti aturan Jepang dengan ketat atau hanya berusaha untuk menghadirkan inti puisi.

Bagaimana, Pujangga? Tertantang melahirkan sebuah haiku fenomenal?

(Berbagai sumber)

SHARE