Aksi Protes Para Sinterklas Untuk Butik Michael Kors

0
46

.Lima orang berbaju Sinterklas lengkap denga janggut dan boots, mendatangi butik Michael Kors di Beverli Hills, Amerika. Mereka bukanlah Sinterklas kiriman para orang tua untuk anak-anak balita atau badut yang hadir di mall untuk membagi-bagikan hadiah natal. Mereka merupakan aktivis PETA (People for the Ethical Treatment of Animals) yang berkunjung ke butik Michael Kors dalam rangka melakukan serangan anti-fur.

Hari itu tanggal 15 Desember 2010, jika diperhatikan dengan teliti, kostum Sinterklas yang digunakan memang hanya perwarna merah-putih dari kain biasa, tanpa aksen bulu pada bagian pinggir yang merupakan ciri khas kostum Sinterklas pada umumnya. Para Sinterklas palsu yang berkelamin wanita itu masing-masing membawa sebuah poster cukup besar bertuliskan “Ho Ho Faux” dan “Cross Fur Off Your Shopping List”. Mereka berteriak, membunyikan lonceng dan menyanyikan Christmas Carols yang diparodikan menjadi lagu anti-fur sebagai bentuk protes mereka pada semua produk fashion berbahan bulu binatang.

Aksi tersebut memancing perhatian orang yang berlalu-lalang di depan butik Michael Kors dan beberapa polisi terlihat mengamankan. Sayangnya belum ada konfirmasi dari pihak Michael Kors dalam menanggapi hal ini. Pintu toko juga nampak tertutup rapat dan para aktivis mencoba berinteraksi dengan orang-orang sekitar. Aksi seperti ini memang bukan hal yang asing lagi. PETA sering sekali meluncurkan serangan pada para selebriti seperti Kate Moss, Mary-Kate dan Ashley Olsen karena mereka gemar mengenakan jaket fur. Namun kali ini mengapa hanya butik Michael Kors yang diserang? Bukankah hampir semua desainer memiliki koleksi berbahan fur selama musim dingin ini? Bagaimana menurut anda?

(Berbagai sumber)

SHARE