Dokter Jerman Nyatakan Pasiennya Sembuh Dari HIV

0
43

.Peneliti dari Jerman saat ini sedang melakukan transplantasi sumsum tulang untuk merawat seorang pasien kanker yang terinfeksi virus AIDS. Pasien tersebut terkena leukemia dan HIV. Ia menerima transplantasi sumsum tulang di tahun 2007 dari donor yang memiliki mutasi genetik, yang diharapkan dapat memberikan pasien suatu kekebalan alami terhadap virus tersebut. Sebagai informasi, transplantasi sumsum tulang merupakan pengobatan terakhir untuk leukemia.

“Empat tahun setelah transplantasi, virus tidak lagi ditemukan di tubuh pasien”, ujar Thomas Schneider dan koleganya dari rumah sakit Berlin Charite. “Hasil penelitian kami dengan jelas memperlihatkan bahwa pasien tersebut telah sembuh dari HIV,” demikian pengakuannya sebagaimana dikutip dari tulisan mereka di journal blood.

Meskipun terdengar menjanjikan, namun sebenarnya proses transplantasi ini sangat mengerikan. Pasien harus menghancurkan sumsum tulangnya sendiri dan kemudian transplantasi baru bisa dilakukan. Pendonornya pun harus memiliki tipe darah dan sistem kekebalan yang hampir sama. Berbulan-bulan pemulihan dibutuhkan untuk membangun kembali sistem kekebalan tubuh pasien yang mendapat donor.

“Hal ini tidak mudah dan dapat mematikan,” ujar Dr. Robert Gallo dari institute Human Virology, Universitas Maryland, yang ikut menemukan HIV penyebab AIDS. “Ini mungkin obatnya. Tapi Anda tidak tahu pasti sampai orang tersebut mati dan dilakukan analisis test ekstrim PCR.” Mutasi yang terjadi dalam sel tersebut memberikan dampak bagi si penerima, sebuah pintu sel, yang disebut CCR5, di mana virus AIDS biasa masuk ke sel tersebut dan menginfeksinya.

Sejak tahun 1990 para peneliti telah menemukan beberapa orang, kebanyakan dari keturunan Eropa Utara yang memiliki mutasi dan jarang terinfeksi HIV. “Secara kasat mata mereka tidak dapat terinfeksi,” ujar Gallo. Dari mereka kemudian beberapa peneliti mencoba terapi gen untuk merawat dan menyembuhkan HIV. Status teknologi ini masih dalam percobaan. “Saya tidak ingin memberikan pandangan sebaliknya pada temuan ini. Tapi begitulah kenyataannya-sesuatu yang menarik,” kata Gallo.

Tim Schneider telah memantau pasien tersebut, mengambil contoh dari usus, hati, cairan tulang belakang dan otak. Mereka menguji semua sampel untuk mencari virus yang sangat sulit dideteksi kecuali aktif menginfeksi sel. Tak hanya itu, semua bagian yang dicurigai sebagai tempat HIV bersembunyi telah juga di teliti.

Pasien ini tampaknya memiliki sistem kekebalan yang berfungsi penuh. Dan secara genetik identik dengan sel-sel dari donor, bukan dari sel pasien sendiri. Tim Schneider tidak menemukan bukti adanya HIV pada pasien. “Dari hasil penelitian ini, sangatlah wajar untuk menyimpulkan virus HIV telah disembuhkan dari pasien ini,” tulis mereka. Sungguh suatu kabar bahagia yang semoga bisa makin berkembang.

Hingga saat ini AIDS telah menginfeksi 33 juta orang di dunia dan telah membunuh lebih dari 25 juta sejak wabah dimulai pada 1980-an. Kombinasi obat kuat dapat menekan virus, menjaga pasien sehat dan mengurangi kesempatan menulari orang lain, tetapi sayang belum ada vaksinnya.

(Berbagai sumber)

SHARE