Harmonis Dengan Tidur Terpisah

0
52

.Ketika menikah, Anda harus mulai berbagi semua hal dengan pasangan. Berbagi perasaan sedih, senang, penghasilan, tujuan hidup, pandangan, makanan, ruangan, hobi, tempat tidur, bahkan mungkin berbagi pakaian yang sama. Stereotip pernikahan yang bahagia pada umumnya menggambarkan bagaimana sepasang suami istri ‘menyatu’ dalam segala hal. Faktanya tidak demikian. Tidak semua ‘persatuan’ dua orang yang berbeda memberikan kebahagiaan, khususnya dalam hal tidur.

Berbagi kamar tidur setiap hari dengan orang yang Anda cintai, ternyata tidak seindah gambaran dan teori selama ini. Banyak orang mulai berpikir untuk memilki kamar terpisah dengan pasangannya di saat mereka telah menikah. Bayangkan bila Anda sangat lelah dan sedang berusaha tidur, sementara pasangan dengan gegap gempita mendengkur tak henti-hentinya di sebelah Anda. Belum lagi, bila Anda berdua mempunyai kebiasaan berbeda. Anda hanya bisa tidur dengan mendengar alunan musik, sedang pasangan membutuhkan kesunyian agar bisa terlelap. Lampu juga menjadi faktor lain. Gelap atau terang akan mempengaruhi keberhasilan seseorang untuk tidur. Berebut selimut dan sempitnya tempat tidur hanya akan membuat tubuh terasa lebih lelah di pagi hari.

Spesialis permasalahan tidur, Dr.Neil Stanley, menyatakan, bahwa tidur terpisah akan menunjang meningkatnya kondisi kesehatan dan hubungan suami-istri. Meski Anda dan pasangan tidak memiliki perbedaan dalam ritual tidur, kadang kala manusia tetap membutuhkan waktu dan ruang untuk dirinya sendiri, privacy. Tetap pertahankan kamar tidur utama untuk tempat Anda berdua tidur bersama, namun tambahkan juga dua kamar tidur terpisah di dalam rumah. Masing-masing untuk Anda dan pasangan. Untuk menghindari kebosanan atau kejenuhan dan ‘gangguan’, menjauhlah dari pasangan dan nikmati kesendirian dalam kamar pribadi Anda.

Diskusikan dengan pasangan. Tentukan akhir pekan sebagai waktu untuk Anda berdua menjadi jomblo kembali. Hal ini dapat menyegarkan dan memudakan kembali jiwa, hati, pikiran, dan fisik Anda. Bisa jadi Anda berdua merupakan orang yang menjunjung tinggi privacy. Mengapa tidak tidur sendiri-sendiri setiap hari? Lima atau enam hari dalam kesendirian akan membuat Anda merindukan pasangan dan Anda bisa melampiaskan kerinduan itu dengan berkumpul kembali dengannya saat akhir pekan di sebuah kamar bersama. Passionate honeymoon every weekend? Hhmm

Tentunya, kesepakatan tidur terpisah harus dilandasi dengan rasa percaya, kesetiaan, dan saling menghargai yang kuat. Coba, yuk?

(Berbagai sumber)

SHARE