Anak Membantah Bikin 'Gerah'

0
37

.Tidak semua orang harus memiliki pandangan dan pendapat yang sama. Tidak hanya Anda, anak kecil pun berhak mempertahankan pendapatnya, selama dia bisa memberikan alasan yang kuat dan rasional.

Anda bersikeras memaksa si kecil mengenakan gaun lucu berwarna merah untuk berjalan-jalan, namun anak menolak dengan alasan lebih memilih warna kuning. Contoh lain, si kecil tidak mau makan sayur. Apapun yang Anda katakan, ia tidak mau mendengarnya dan tetap tidak akan berniat menyentuh bahkan melirik sayuran yang telah tersedia di meja makan.

Ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan menghadapi kebiasaan buah hati yang suka membantah. Jangan terlalu otoriter, namun juga jangan terlalu longgar dalam menerapkan peraturan. Setiap keluarga harus memiliki aturan yang jelas dan ini adalah hak Anda sebagai orangtua dan kepala pemerintahan dalam membuat seluruh anggota keluarga berkontribusi mewujudkan visi dan misi keluarga Anda.

Demokrasi tapi tetap tegas. Itu yang harus dilakukan. Beri kesempatan si kecil untuk buka suara. Tanya si kecil, mengapa ia tidak mau tidur siang, mengapa ia tidak mau berhenti menonton televisi dan mulai mengerjakan PR, mengapa ia tidak mau mengenakan seragam saat harus ke sekolah, dan sebagainya.

Pahami apa yang ia mau, cobalah berada di posisinya. Lakukan komunikasi dan diskusi secara terbuka. Selain adil, hal ini dapat melatih kekritisan anak. Bila negosiasi berjalan alot dan tidak kunjung mendapatkan kesepakatan atau jalan keluar – terlebih bila si kecil dengan sifat kekanak-kanakannya mulai menutup telinga dan tidak mau mendengarkan penjelasan Anda – maka Anda berdua harus kembali melihat visi dan misi keluarga. Jadikan hal tersebut sebagai landasan. Beda pendapat boleh, tapi tetap satu jalur yang sama.

Anak berhak berargumentasi tapi bukan membantah.

(Berbagai sumber)

SHARE