Anakku Doyan Bohong!

0
24

.Anda pasti tahu bahwa berbohong itu tidak baik. Inilah sebabnya Anda selalu mengajarkan dan menekankan pada si kecil untuk selalu jujur, setidaknya kepada Anda, selaku orangtuanya.

Berbagai cara Anda lakukan untuk melatihnya mengucapkan kata yang sebenarnya. Anda berusaha menakutinya dengan mengancam, bahwa jika dia ketahuan berbohong maka Anda tidak akan mengajaknya piknik di akhir pekan. Lain hari Anda membentaknya saat buah hati berbohong. Ini dilakukan agar si kecil paham, bahwa Anda benar-benar tidak suka dengan kebohongan dan bahwa ucapan Anda harus dituruti, karena bersikap jujur bukan suatu permintaan melainkan suatu kewajiban.

Seorang profesor psikologi dari Universitas Tennessee, Charles Thompson, Ph.D. menyarankan agar orangtua mengubah kalimat dan nada saat merespon kebohongan yang diucapkan anak. Tidak perlu langsung menyerang dan memojokkannya. Bersikaplah tenang dengan mengandalkan bukti.

Contoh pada saat si kecil meyakinkan Anda dengan berkata dia sudah menyikat gigi. Bila sebelumnya Anda selalu menekannya dengan mengatakan, “Tidak mungkin! Gigimu saja tidak basah!” Kini cukup ucapkan dengan santai, “Oke. Sikat gigi bareng mama, yuk sekarang.”

“Ayah bilang, aku boleh main air di luar,” kata buah hati saat Anda memergokinya sedang hujan-hujanan di depan rumah. Daripada langsung mematahkan pernyataannya dengan mengatakan, bahwa ayahnya tidak mungkin mengucapkan hal itu, lebih baik Anda merespon dengan berujar, “Kalau begitu kita tunggu ayah pulang, supaya bisa membicarakan hal ini bersama-sama.”

Suatu hari Anda bertanya, mengapa ia membawa pulang mainan temannya. Si kecil beralasan bahwa temannya telah mengizinkannya mengambil dan memiliki mainan tersebut. Tidak perlu langsung marah dan menuduhnya sebagai pencuri. Cukup katakan, “Baik sekali dia, tapi kita tetap harus menelepon orangtuanya untuk memastikan bahwa memang tidak akan ada apa-apa bila mainan ini menjadi milikmu.”

Bila Anda tenang dan menantang si kecil untuk mempertahankan pernyataannya dengan menyajikan bukti-bukti, anak tidak akan mampu berkelit lagi. Semakin sering ia tidak bisa mengelak, ia akan mulai berpikir untuk berhenti berbohong dan mulai bersikap jujur. Anak telah mengalami sendiri berkali-kali, bahwa kebohongan apapun yang ia lontarkan, pasti akan terbongkar, bukan dengan tuduhan, melainkan langsung oleh bukti yang Anda tunjukkan padanya. Buat anak merasa, kejujuran lebih mudah dilakukan dibandingkan berbohong.

(Berbagai sumber)

SHARE