Apa Susahnya Gosok Gigi?

0
52

.Rajin menggosok gigi harus dibiasakan sejak kecil pada anak. Kegiatan ini berfungsi untuk menghindari munculnya plak yang menempel terlalu lama sehingga membuat gigi menjadi bolong dan rusak akibat kuman. Setelah makan, bakteri akan muncul dan mencari gula yang tersebar di seluruh gigi. Bakteri-bakteri ini akan merubah zat tersebut menjadi asam yang dapat merusak email gigi dan menyebabkan lubang. Anda harus benar-benar mengerti seberapa pentingnya menjaga kesehatan gigi anak. Jangan sampai plak muncul.

Plak disebut juga radang gusi, yakni suatu penyakit yang membuat gusi – jaringan lembut berwarna merah muda yang ‘mengunci’ gigi agar tetap berada di tempatnya – menjadi kemerahan, bengkak, dan terasa sakit. Semua hal ini bisa dihindari dengan menggosok gigi. Masalahnya, menyuruh si kecil menggosok gigi tidaklah semudah itu. Ada saja alasannya. Dia bahkan sering berbohong mengatakan telah menyikat gigi, padahal belum. Kalaupun dia bersedia, anak hanya mau melakukannya sendiri. Si kecil tidak memperbolehkan Anda ikut menggosok giginya, padahal Anda masih harus melakukan hal tersebut untuknya agar giginya benar-benar bersih dengan sempurna.

Langkah awal yang harus dilakukan tentu membeli pasta gigi dan sikat gigi. Libatkan si kecil dalam hal ini. Kini sudah banyak tersedia bermacam pasta gigi khusus anak dengan ukuran mini, kemasan menarik, berwarna-warni, dan mengandung rasa buah-buahan yang manis di lidah. Biarkan anak merasa antusias dengan hal tersebut. Tidak lupa, minta juga si kecil untuk memilih sikat giginya. Sikat-sikat gigi kecil dengan bentuk dan warna yang lucu juga pasti akan membuatnya senang dan tidak sabar untuk menggunakan benda tersebut. Tugas Anda hanya memastikan bahwa pasta gigi yang diambil si kecil mengandung fluoride untuk membuat gigi kuat dan mencegahnya berlubang. Ingat juga untuk tidak membeli pasta gigi yang pedas. Anda tidak mau, kan, si kecil merasa ‘takut’ dengan pasta giginya sendiri?

Buat kegiatan menyikat gigi menjadi menyenangkan layaknya permainan. Bermainlah bertiga dengan bonekanya. Minta ia menggosok gigi boneka atau mainan kesukaannnya, kemudian berpura-puralah ingin agar anak juga menyikat gigi Anda dan biarkan ia yang menggosok giginya sendiri. Setelah itu, barulah giliran Anda untuk menyikat gigi anak agar benar-benar bersih. Tidak perlu memberikan pasta gigi terlalu banyak pada sikat. Cukup sebesar kacang polong saja. Pasta yang terlalu banyak akan menimbulkan busa berlebihan. Mulut kecilnya tidak akan sanggup dan tidak merasa nyaman menerima busa sebanyak itu. Selama proses menyikat gigi berlangsung, buatlah waktu tersebut menjadi menyenangkan, penuh tawa, dan canda. Jangan mengomeli, membentak, atau memarahinya. Toh, Anda mempunyai giliran untuk menggosok giginya dan memperbolehkan si kecil melihat cara Anda menggosok gigi dengan benar. Untuk membuat nafas terasa lebih segar, sikat juga lidah si kecil.

Sikat gigi dilakukan kurang lebih enam kali setiap hari. Tiap mandi (sehari dua kali), setiap selesai makan (tiga kali sehari), dan sebelum tidur malam. Tiap sudut harus disikat, depan dan belakang. Ajarkan si kecil untuk meluangkan 2-3 menit setiap menyikat gigi. Bila bulu-bulu pada sikat sudah mulai tidak beraturan dan berubah warna, belikan sikat gigi baru untuknya, minimal tiga bulan sekali.

Selain menggosok gigi, untuk mencegah kerusakan gigi, ajak anak untuk lebih banyak mengonsumsi air mineral, buah, dan sayuran, dibandingkan soda. Lebih baik Anda bersusah payah mengajaknya menggosok gigi dengan rajin, daripada ‘rajin’ membawanya ke dokter gigi untuk menambal dan mencabut gigi dengan biaya yang jauh lebih mahal. Sehat tidak harus mahal, kok, selama si kecil rajin bersih-bersih.

(Berbagai sumber)

SHARE