Baalbeck International Festival

0
68

.Membawa serombongan pemain orkestra dan memperdengarkan simfoninya di Libanon pasca tahun 1990’an mungkin terdengar janggal bagi Anda. Mungkin Anda akan berfikir bahwa Libanon lebih membutuhkan seorang juru damai dibanding sebuah grup orkestra ataupun penyanyi kelas dunia. Namun begitulah adanya. Selama bertahun-tahun Baalbeck International Festival digelar setiap musim panas di Baalbek, sebuah akropolis peninggalan Romawi kuno yang berjarak sekitar dua jam perjalanan dari kota Beirut ataupun Damaskus.

Di belahan dunia lainnya, panitia penyelenggara acara festival seni semacam ini pasti akan memfokuskan kecemasannya pada hal-hal semacam perubahan cuaca maupun suasana hati sang pengisi acara. Namun hal tersebut tak berlaku di Libanon. Di sini para panitia lebih mencemaskan pada suhu politik dan suasana hati para pemimpin milisi Palestina, para serdadu Siria, dan pemimpin Hizbollah. Sebagai sebuah daerah tegangan tinggi, keamanan adalah sesuatu yang sulit dijanjikan.

Penyelenggaraan Baalbeck International Festival dimulai ketika pada tahun 1950’an Presiden Libanon Camille Chamoun berkunjung ke London dan melihat pertunjukan The Royal Ballet. Semenjak itu sang presiden selalu memimpikan sebuah pagelaran budaya dengan background kemegahan akropolis di kota Baalbek. Berkat peran aktif para istri jutawan Libanon dan daerah Timur Tengah, serta antusiasme para penikmat seni, akhirnya impian sang presiden tercapai enam tahun kemudian. Jean Costeau, Oumme Kalsoum, Nina Simone, dan Miles Davis adalah beberapa bintang yang menyinari malam perayaan kala itu.

Namun perjalanan penyelanggaraan festival seni ini pun juga tak selamanya mulus. Perang saudara dari tahun 1975 hingga 1990 telah menghabiskan dan melumpuhkan masyarakat hingga mereka tak terfikir lagi untuk bersuka cita. Setelah masa pilu itupun festival seni ini juga sempat terhenti akibat invasi israel di tahun 2006 serta konflik dengan Palestina di tahun 2007. Meski demikian, event tahunan Baalbeck International Festival tetap dapat diselenggarakan karena ternyata masih terdapat banyak pihak yang menginginkan sesuatu yang beradab, berbudaya, bercitarasa seni, dan sesuatu yang bisa memberikan penghiburan serta pengharapan terjadi di Libanon.

Dari tahun ke tahun Baalbeck International Festival telah menjadi oase yang mengkombinasikan antara kebudayaan tradisisonal Libanon dengan pertunjukan musik klasik, jazz, pop, rock, serta pertunjukan opera, balet dan teater. Nama-nama besar seperti Sting, Mika, The Royal Ballet, Deep Purple, Lord of the Dance, hingga The New York Philharmonic Orchestra telah hadir di sana dan menjadikan Baalbeck International Festival sebagai salah satu kegiatan kebudayaan tertua dan sekaligus yang paling dihormati di Timur Tengah. Padang gersang dan negeri yang penuh trauma ini memang membutuhkan lebih banyak sentuhan seni untuk mengobati diri.

(Berbagai sumber)

SHARE