Hangatnya Natal Bersama Sanak Keluarga

0
37

.Ingatkah Anda bagaimana orangtua Anda sering mengajak Anda ke acara pernikahan atau pemakaman ‘saudara’ yang bahkan Anda sendiri tidak kenal? Menjengkelkan sekali rasanya harus ikut berbagi perasaan dengan orang asing yang ternyata berhubungan dengan diri Anda hanya dari darah. Bukan bermaksud menyiksa, sebenarnya orangtua hanya ingin Anda tahu bahwa Anda tidak sendirian dan keluarga itu tidak sebatas ayah, ibu, dan saudara kandung saja.

Aneh rasanya harus ikut merasakan kesedihan, empati, simpati, dan berbahagia untuk orang-orang yang tidak pernah Anda temui tersebut, namun mereka inilah satu-satunya harta yang berharga kala Anda memasuki masa senja dan telah ditinggalkan kedua orangtua dan saudara kandung. Terlebih bagi Anda yang menjadi anak tunggal dalam keluarga, tidak bisa dipungkiri bahwa ikatan darah membuat Anda sedikit tidak merasa kesepian lagi.

Pada Natal tahun ini, gunakan waktu libur yang ada dengan berkumpul kembali dengan seluruh anggota keluarga. Bagi Anda yang merayakan, Natal menjadi hari yang istimewa. Sejak merantau ke daerah lain, Anda pun ‘meninggalkan’ keluarga. Ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek, paman, tante, dan semua keluarga hanya dapat berkomunikasi dan merasakan kehadiran Anda melalui sambungan telepon.

Tentu pertemuan dengan saudara dan sanak keluarga tidak selamanya berlangsung dengan lancar dan baik. Bermacam karakter bertemu lagi setelah sekian lama tidak bertemu. Anda pun akan kesulitan menemukan topik pembicaraan. Ikatan yang tidak terlalu kuat di antara Anda semakin membuat suasanan menjadi basi. Ya, basa-basi yang benar-benar basi. Belum lagi ditambah dengan kehadiran 1-2 orang saudara yang menjengkelkan dengan selalu ingin menguasai tema pembicaraan, tak henti-hentinya mengajak bicara meski Anda sudah memperlihatkan kebosanan, dan masih banyak lagi.

Santai saja. Tidak perlu emosi. Tidak semua orang – bahkan mereka yang mempunyai ‘label’ saudara – harus akrab dan sesuai keinginan Anda, bukan? Bila memang tidak terlalu cocok, menyingkir saja dari keramaian ruang tamu. Ambillah segelas teh hangat atau sepotong kue dan duduk santai menyendiri di teras depan rumah orangtua tempat Anda bertumbuh besar. Percayalah, tak sampai lima menit, akan ada anggota keluarga lain yang akan menemani Anda di teras tersebut, karena dia pun tidak tahan berada dalam ‘kerusuhan’ di dalam. Meski tidak merasa dekat, ‘kecocokan’ ini bisa mencairkan suasana dan menciptakan ikatan kekeluargaan yang lama tidak terjalin.

Lebih baik tidak terlalu mempermasalahkan ketidak cocokan dan perbedaan pendapat dengan beberapa sanak keluarga. Anda pulang ke kampung halaman bukan untuk membuat masalah baru, melainkan untuk melampiaskan rindu dan berkumpul kembali dengan anggota keluarga batih dan semua saudara jauh. Bahkan mungkin Anda bisa memperbaiki hubungan yang sempat beku dan dingin dengan beberapa saudara pada hari raya ini.

Natal akan semakin bermakna dengan terciptanya kehangatan keluarga di hati Anda.

(Berbagai sumber)

SHARE