Menikah Itu Untung!

0
34

.Menikah atau tidak menikah, itu pilihan Anda. Toh, manusia berhak mendapatkan kebahagiaan, dengan atau tanpa pasangan. Namun bagi Anda yang merasa sedang berada di persimpangan, karena ragu apakah akan melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan dan Anda yang bahkan mulai meragukan kuatnya kekuatan pernikahan dan memiliki ide untuk bercerai, maka coba lihat dulu keuntungan-keuntungan menikah.

Memang benar, berbagai ketakutan mulai mempengaruhi perasaan Anda saat akan menikah. Takut kehilangan kehidupan pribadi, tertutupnya lingkungan sosial oleh suami – bagi para istri, terpaksa melepaskan kebanggaan dan prestasi karir dalam pekerjaan, bahkan terkukung oleh rasa ‘kesepian’ dan ‘kesendirian’ dalam pernikahan itu sendiri. Siapa yang mau menikah jika ternyata hal tersebut menimbulkan banyak siksaan? Hal ini belum dilengkapi lagi dengan emosi yang harus Anda redam setiap hari untuk memberikan toleransi terhadap perbedaan-perbedaan karakter, sikap, kebiasaan, pola pikir, dan prinsip hidup pasangan. Mengurus diri sendiri saja susah. Saat menikah, Anda ‘diwajibkan’ untuk juga merawat pasangan dan anak. Stres!

Kini, bayangkan pernikahan layaknya sekeping uang logam yang memiliki dua sisi. Hal-hal buruk di atas adalah sisi negatif pernikahan. Sebenarnya banyak juga sisi positif pernikahan yang belum Anda lihat. Seumur hidup, Anda akan memiliki teman yang akan selalu setia hadir menemani Anda setiap hari. Bila Anda merasa kesepian, mungkin ada yang salah dengan cara komunikasi di antara Anda berdua. Perbaiki itu. Suami atau istri adalah bagian hidup Anda.

Lengkapi diri dan hidup Anda dengan kehadirannya. Anda tidak akan kehilangan teman di saat telah mengikat janji setia dengannya. Jumlah teman Anda justru akan bertambah dengan mulai mengenal teman-temannya! Mungkin ia cemburu dengan kedekatan Anda bersama teman. Sertakan ia. Biarkan pergaulannya bertambah luas pula seperti Anda. Dengan mengenal masing-masing orang, sering ikut berkumpul bersama, dan mulai merasakan ‘pertemanan’, ia akan lebih menghargai dan memperbolehkan mereka ada dalam hidup Anda berdua.

Sekarang sudah banyak laki-laki dan perempuan yang memiliki pemikiran modern dan lebih terbuka. Carilah yang sesuai dengan pemikiran dan konsep Anda tentang pernikahan. Dengan ‘mengikat’ orang yang tepat, Anda – para perempuan – tidak perlu takut lagi akan dipaksa melepaskan pekerjaan hanya demi mengurus rumah dan anak yang seharusnya dilakukan berdua, bukan hanya menjadi tanggung jawab sang istri. Kebalikannya, untuk Anda yang konservatif, carilah laki-laki konservatif yang sukses untuk menikahi Anda. Anggap saja keberhasilan karir Anda di kantor akan langsung terganti berkali lipat dengan menikmati ekonomi pasangan yang cukup berlimpah.

Menikah sebenarnya cukup menguntungkan. Kesedihan dan kemalangan dapat ditanggung berdua, sedang kebahagian akan menjadi dobel. Ini tergantung sudut pandang Anda saja.

(Berbagai sumber)

SHARE