Jimbaran Resto, Bali Kecil Dalam Jakarta

0
41

.Bagaimana bisa Bali yang notabene hanya sebuah pulau kecil dapat menjadi terkenal di seluruh dunia? Bahkan bangsa-bangsa lain seperti Amerika dan Eropa, yang bertempat tinggal ribuan kilometer dari Indonesia, seperti terkena magnet, serempak membanjiri Bali untuk berlibur. Apa rahasianya? Pertanyaan inilah yang memotivasi dan memberikan keberanian I Nyoman Suarjana pada 19 Desember 2005 mendirikan sebuah resto dengan cita rasa dan nuansa pulau Dewata, Jimbaran Resto di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara.

Bekerja sama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Ancol, Jimbaran Resto sengaja ditempatkan di daerah pantai dan menyatu dengan alam, yang merupakan salah satu syarat mutlak pemilihan lokasi untuk melekatkan citra Bali, surga pantai. Saat senja di sana, suasana terasa seperti Bali ditambah dengan riuh rendahnya pesawat yang terbang melintas di atas dan visualisasi tenggelamnya matahari (baca: sunset) yang sangat indah. Berada di depan luar resto, Anda sudah akan disambut suara gending gamelan Bali. Untuk masuk, Anda harus melewati gapura Bali bertuliskan Jimbaran Resto, lengkap dengan sambutan ramah para karyawan, yang memakai baju adat dan penampilan berciri Bali. Bangunan pun tak kalah menarik, berdiri dengan tekstur serba kayu dan mengenakan konsep arsitektur Bali.

Sesuai dengan misinya untuk ikut menjaga dan melestarikan budaya bangsa – dalam hal ini budaya Bali – Jimbaran Resto menawarkan produk yang dikemas secara budaya. Makanan, suasana alam, dan atraksi budaya menjadi satu paket yang harus dibeli saat melihat daftar harga dalam menu makanan. Mulai Rp.60.000 – Rp. 175.000 Anda dapat menikmati keunikan cita rasa makanan Jimbaran Resto. Tentu tidak mahal, karena yang Anda beli di sini bukan hanya makanan, namun juga pertunjukan tari Bali, dan suasana pantai khas Bali. Bandingkan bila Anda harus benar-benar ke pulau Bali, Anda tidak akan mendapatkan apa pun hanya dengan membawa uang sebesar Rp. 105 ribu.

Resto ini menyediakan khusus 40 seats bagi Anda yang ingin menyantap hidangan di lantai dua, dalam ruangan ber-AC, VIP. Keseluruhan tempat duduk berjumlah 400 buah pada hari-hari biasa. Pada event-event tertentu, kapasitas pengunjung akan ditambah hingga mampu mencapai 1300 orang. “Biasanya, orang lebih suka dan lebih memilih untuk makan di bawah, di area pantai terbuka itu,” ungkap Nyoman sembari menunjuk tempat yang dimaksud. Perlu diingat, bahwa Anda hanya boleh merokok di luar ruangan non-AC.

Meski daerah Jimbaran, Bali, terkenal dengan makanan lautnya, namun menu Jimbaran Resto tidak terbatas seafood saja. Sehubungan dengan misi menjaga dan melestarikan budaya Bali, Jimbaran Resto menghadirkan pula makanan-makanan khas Bali, seperti bebek bedu-bedu, sate languan, sate lilit, sate ikan hiu, uraban Bali, nasi goreng bumbu raja, dan masih banyak lagi. Semuanya dimasak dengan resep dan bumbu-bumbu asli Bali, serta disajikan dengan penataan khas pulau Dewata di atas tiap-tiap piring. Hidangan alacarte memungkinkan Anda untuk bisa memilih langsung bahan makanan langsung dari pasar buatan yang di-display di dalam area Jimbaran Resto. Seru, ya?

Jimbaran Resto merupakan suatu bukti komitmen menciptakan ‘pulau Bali kecil’ dengan kentalnya citra Bali di seluruh titik resto.

(Ghiboo)

SHARE