Bentuk Anak Bermoral

0
33

.Beberapa orangtua terdengar sering mengeluhkan banyaknya anak-anak dan remaja yang pintar, namun memiliki watak dan karakter yang tidak baik. “Padahal anaknya tampan, lho! Sayang mulutnya kasar,” itu salah satu contoh keluhan yang dilontarkan.

Sebagai orangtua, selain pendidikan akademis, prestasi di sekolah, dan kesehatan fisik, Anda juga harus memperhatikan tata susila, moral, dan budi pekerti si kecil. Dr. Micele Borba, seorang pendidik dan penulis buku tentang mengasuh anak, mengatakan bahwa Anda harus menjadi contoh dan teladan yang baik dulu, bila menginginkan anak berbudi baik.

Ribuan kata dan larangan tidak akan ada artinya bila nasehat-nasehat positif pada si kecil justru sangat berlawanan dengan tingkah laku Anda sehari-hari. Anda dan pasangan harus kompak dan bahu-membahu dalam membentuk karakter anak yang bermoral.

Niat dan tekad harus diwujudkan setiap hari. Jangan lembek dan lengah. Disiplin adalah kuncinya. Bila ibu selalu mengajarkan anak untuk pamit sebelum pergi main, maka ayah harus menegur bila si kecil suatu hari pergi begitu saja ke rumah teman tanpa sepatah kata pun diucapkan pada ayahnya.

Begitu pula saat makan. Kedua orangtua harus mempunyai kesepakatan mengenai aturan yang sama di meja makan. Misal, cuci tangan dan berdoa dulu sebelum makan. Larangan dari ayah yang dibiarkan sang ibu untuk dilanggar akan membingungkan anak. Si kecil pun tidak akan patuh lagi terhadap aturan tersebut.

Agama dapat menjadi landasan yang baik dalam mengasuh anak. Bagilah dan ajarkan pemahaman dan keyakinan positif Anda mengenai banyak hal terhadap si kecil. Selain itu, Anda berdua harus peka terhadap segala situasi.

Saat menonton televisi bersama, sebuah program berita menayangkan bagaimana seorang anak merokok, misal. Anda bisa langsung memanfaatkan situasi ini dengan mengatakan, “Lihat, Nak, anak tersebut umurnya tidak beda jauh dengan kamu. Tidak bagus, kan kalau kamu juga seperti itu? Jangan, ya!” Anak akan langsung melihat dan berpikir, bahwa apa yang Anda katakan itu benar.

Bersama pasangan, Anda harus bisa mengontrol perilaku negatif si kecil dan membentuk anak yang berbudi pekerti baik, meski lingkungan sekitarnya banyak memberikan pengaruh negatif.

(Berbagai sumber)

SHARE