Aduh, Si Kecil Minta Anjing!

0
36

.Tidak ada yang lebih membingungkan daripada menghadapi keinginan si kecil untuk memiiki seekor anjing atau anak anjing. Rumah yang Anda tempati bersama keluarga saja berukuran kecil dan sudah cukup berantakan setelah ‘diobrak-abrik’ anak-anak Anda, lantas apa jadinya bila kegaduhan tersebut ditambah satu lagi dengan andil seekor anjing?

Membeli anjing, terlebih anak anjing, bukanlah seperti membelikan mainan untuk si kecil. Disayang-sayang hanya dalam kurun waktu seminggu setelah dibawa ke rumah, setelah itu tidak terurus, rusak, dan hilang. Perlu diingat, anjing merupakan makhluk hidup. Anjing perlu dipelihara layaknya membesarkan seorang bayi. Sebelum Anda mengabulkan permintaan anak, tanya dulu padanya, apa dia sudah mengerti bagaimana repotnya mengurus anjing? Bila dia belum tahu, sebaiknya Anda memberitahunya.

Anak harus bersedia terjaga lebih lama di malam hari dan terbangun lebih awal di pagi hari untuk mengajak anjing jalan-jalan ke luar. Anjing butuh latihan dan menggerakkan tubuhnya agar tetap sehat. Selain itu, ia harus dididik agar tidak buang air sembarangan di dalam rumah. Jalan-jalan ke luar sehari dua kali itulah yang akan menjadi kesempatan binatang peliharaan tersebut untuk membuang air. Bila ia masih buang air di dalam rumah, maka si kecillah yang harus membereskan dan membersihkannya, bukan asisten rumah tangga Anda.

Seperti bayi, anak anjing pun perlu diberikan bermacam suntikan vaksin secara teratur. Si kecil harus mencatat dan mengingat jadwal ke dokter hewan, agar anjing kesayangannya selalu sehat dan tidak terjangkit penyakit yang dapat membahayakan seluruh anggota keluarga. Berhubungan dengan kesehatan, anjing juga harus makan. Bukan Anda yang memberinya makan, melainkan si kecil. Anak sudah mengajukan keinginannnya untuk memelihara anjing, maka ia harus bertanggung jawab untuk tidak pernah terlambat menyediakan makanan untuknya. Mengecek persediaan makanan juga termasuk di dalamnya.

Tidak hanya sehat, namun anjing juga harus bersih, terlebih bila si kecil ingin dia menjadi anjing rumah, yang berarti selalu berada di dalam rumah kecuali pada saat buang air dan jalan-jalan. Untuk menjaga kebersihannya, anak wajib memandikan anjingnya minimal seminggu sekali. Tidak hanya sekedar disiram air, namun juga menyikat giginya agar tidak bau, dan membersihkan seluruh bagian tubuh si anjing menggunakan shampoo anjing, tak terkecuali. Minta si kecil untuk segera menyelimutinya dengan handuk dan mengeringkan bulu-bulunya menggunakan hair dryer sembari menyisirnya. Ini dilakukan agar anjing tidak sakit karena kedinginan terlalu lama dan agar bulunya menjadi terawat, indah, tidak bau apek karena belum kering, dan tidak kusut. Pemberian obat anti kutu pun harus diberikan setelah mandi, karena mengatasi pertumbuhan kutu pada anjing harus dilakukan dari luar dan dalam tubuh.

Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah memberi anjing perhatian. Anjing berhati seperti manusia. Ia juga ingin ditemani, disayang, dimanja, dan diajak bermain. Katakan pada anak, semakin ia memberi perhatian, semakin anjing tersebut menurut, jinak, dan tergantung kepadanya. Anak harus mau mengorbankan tidur siang dan waktu bermainnya dengan teman-temannya demi bermain bersama anjing peliharaannya. Bila perlu, minta anak untuk mengajak anjingnya ikut bermain bersama teman-temannya. Mengurung anjing setiap hari di dalam kandang hanya untuk menunggu si kecil pulang dari bermain bukanlah keputusan yang baik, karena anjing akan menjadi galak dan kotor tak terawat.

Bila setelah mendengar penjelasan-penjelasan di atas, si kecil masih ngotot ingin dibelikan anjing, maka Anda bisa menganggapnya telah menyanggupi memenuhi segala kewajiban sebagai majikan. Tunggu saja buktinya. Jika pada kenyataannya anak justru menelantarkan anjing peliharaannya sendiri, maka katakan padanya bahwa Anda akan segera memberikan anjing tersebut pada orang lain yang lebih bisa merawatnya dengan baik dan benar.

(Berbagai sumber)

SHARE