5 Bahan Baku Pokok Perselisihan

0
33

.Mungkin Anda bertanya-tanya, apa dulu yang membuat Anda mau menikah, karena yang terjadi sekarang adalah tiada hari tanpa berselisih paham dengan pasangan. Lantas, apa yang paling sering Anda ributkan? Menurut Paula Hall, seorang psikoterapis seputar hubungan percintaan, terdapat lima hal yang sering menjadi akar permasalahan dan keributan di antara suami-istri, yakni, uang, seks, pekerjaan, anak, dan pekerjaan rumah.

 
Jangan sekali-sekali Anda berani memutuskan untuk menikah, bila belum mempunyai cukup uang atau materi. Biaya listrik, air, telepon, uang sekolah anak-anak, uang jajan, biaya piknik seluruh anggota keluarga, belanja bulanan, dan masih banyak hal yang harus Anda bayar bersama pasangan. Anda berdua akan lebih sering ribut mengenai hal ini, bila salah satu di antara Anda tidak memiliki penghasilan tetap atau tidak bekerja. Meskipun mempunyai pekerjaan, belum tentu Anda tidak akan bersilat lidah dengan pasangan, karena ternyata pendapatn per bulan tidak mencukupi kebutuhan biaya sehari-hari, belum ditambah sifat boros salah seorang dari Anda.

 
Semakin sering bersama, Anda pun semakin merasa bosan dengan pasangan. Frekuensi yang tinggi dalam aktivitas seksual pun hanya bertahan pada awal-awal tahun pernikahan. Kini tingkat antusiasme Anda terhadap seks menurun drastis. Tidak akan menjadi masalah, bila Anda dan pasangan merasakan hal yang sama, namun hal ini dapat menjadi suatu petaka dalam rumah tangga, bila ternyata libido salah satu dari Anda masih sangat menggebu-gebu, sedang yang lain sudah padam. Masalah seks merupakan amsalah yang sangat pribadi, namun tidak perlu dianggap tabu. Untuk saling mengimbangi, bicarakan secara terbuka dengan pasangan, apa dan bagaimana kegiatan seksual yang Anda inginkan dengannya.

 
Perbedaan yang terlalu jauh dengan pasangan dalam status sosial ekonomi dan latar belakang keluarga, akan membawa masalah dalam pernikahan dan hubungan di antara berdua. Misal Anda berbeda keyakinan dengannya, maka bisa dipastikan tanpa rasa toleransi yang tinggi, Anda justru akan saling membentak dan bersitegang karena masing-masing merasa memiliki cara dan jalan yang paling benar dalam mendidik dan membesarkan anak. Bagi Anda yang baru akan menikah, sebaiknya samakan dulu persepsi visi dan misi mengenai anak. Well, tidak perlu sama, selama keputusan yang dibuat merupakan hasil kompromi bersama.

 
Selain permasalahan di atas, masih ada satu hal kecil dan sepele yang terkadang bisa membuat Anda muak, yakni kebersihan rumah. Kebersihan rumah tentu tak bisa dipisahkan dari pekerjaan rumah, yang seharusnya dilakukan oleh Anda dan pasangan secara bergiliran dengan adil. Bila salah satu di antara Anda tidak bekerja, maka Anda akan sering merasa kesal karena pasangan tidak mau ikut membantu mengerjakan pekerjaan rumah dengan alasan sudah merasa letih akibat bekerja di kantor seharian. Masalah tidak berhenti sampai di situ. Bisa jadi, Anda berdua sama-sama orang yang menyukai kebersihan dan kerapihan. Sayang, Anda berdua memiliki cara yang berbeda dalam mengurus rumah. Anda menyukai baju kotor dijemur menggunakan penjepit baju, sedang pasangan merasa baju baru akan kering dengan sempurna jika dijemur tanpa dijepit, melainkan dengan digantung pada tiang jemuran. Hal-hal kecil seperti ini akan menjadi api penyulut ribut rumah tangga Anda setiap hari. 

 
Melihat begitu banyaknya hal yang bisa dijadikan penyebab perselisihan Anda dan pasangan, maka hanya kesabaran Anda berdualah yang dapat meredam dan mengembalikan suasana kembali hangat.

 
(Berbagai sumber)

 
 

SHARE