Bepe Ceritakan Kondisi di Ruang Ganti, Saat Laga Final Pertama Usai

0
33

.Bambang Pamungkas atau akrab disapa dengan Bepe, lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 10 Juni 1980. Seorang ikon sepak bola Indonesia, yang memulai karir profesionalnya di tahun 1999. Bersama tim nasional ia telah mencetak 39 gol dan menetapkan dirinya sebagai topskorer sementara.

Suami dari Tribuana Tungga Dewi dan bapak tiga anak ini mempunyai hobi membaca buku dan memasak. Selain itu Bepe juga beberapa kali membintangi iklan. Ia juga aktif di dunia maya.

Dalam blognya Bambangpamungkas20, artikel yang ditulis tanggal 28 Desember 2010, sehari sebelum laga final terakhir, membuat saya sebagai pembacanya merasa “orang ini memang hebat”. Mungkin layak di sebut sebagai motivator.

Berikut petikan dari tulisan terbarunya mengenai kondisi di ruang ganti setelah laga final pertama usai.

“Ketika itu, suasana di ruang ganti tampak berbeda 180 derajat dari 5 pertandingan yg telah kita lewati sebelumnya. Semua pemain nampak tertunduk lesu memandangi lantai ruang ganti yg basah dan kotor oleh tanah dan rumput lapangan. Keceriaan dan teriakan kemenangan itu tidak terdengar lagi, yg samar-samar terdengar hanyalah suara hembusan napas panjang dan decakan penyesalan yg keluar para pemain yg masih nampak setengah tidak percaya..

Raut muka si Opa (begitulah kami biasa memanggil Alfred Riedl) masih nampak dingin dan tenang seperti biasa, Riedl memang sebuah pribadi yg selalu terlihat tenang, dingin dan sangat fokus dalam apapun keadaannya. Sebuah kalimat keluar dari mulut Riedl saat itu, ?Hey,, saya tidak ingin melihat kalian semua berjalan tertunduk saat keluar dari ruangan ini. Malam ini kita memang tidak bermain baik, akan tetapi perjuangan ini masih belum selesai dan kalian semua harus ingat itu..!!?..

Sesaat sebelum memimpin doa penutup, saya meminta waktu kepada Riedl untuk berbicara di depan semua pemain. Dengan setengah berteriak saya berkata, “Rekan-rekan kekalahan ini harus berhenti di ruangan ini. Kita tidak memerlukan pembahasan yg lebih panjang mengenai apa yg terjadi malam ini, tidak ada saling menyalahkan tentang apa yg terjadi di lapangan tadi. Kita menang bersama-sama dan sudah seharusnya kita juga kalah bersama-sama”. Saat itu saya memberikan semangat dengan bertepuk tangan, yg seketika disambut dengan tepukan dari semua yg berada dalam ruangan tersebut sambil berteriak, ayooooo?!!!..

Di akhir tulisannya Bepe mengutip kalimat Winston Churshill,”Success consists of going from failure to failure without loss of enthusiasm“.

Wajar jika rekan-rekannya sangat menghormati Bepe. Nama ini juga terkenal di Malaysia saat ia bergabung dengan tim Selangor FA dan berhasil meraih juara liga Malaysia, FA Cup Malaysia dan Malaysia Cup. Ia juga dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak di musim yang sama 2005-2006.

Semangat Bepe!

(Berbagai sumber)

SHARE