Pilihan Transportasi Ke Sekolah

0
28

.Jarak antara rumah dan sekolah si buah hati kurang lebih mencapai 8 kilometer. Anda dan pasangan yang sibuk bekerja tidak mungkin memiliki waktu untuk mengantar dan menjemputnya sepulang sekolah. Anak yang sudah duduk di kelas enam sekolah dasar juga sepertinya akan sangat marah dan malu bila Anda meminta asisten rumah tangga Anda untuk menemaninya ke sekolah mengendarai kendaraan umum.

Sebenarnya, ada banyak pilihan transportasi anak menuju dan dari sekolah, seperti jasa antar-jemput yang bisa Anda gunakan. Untuk mengikutsertakan anak dalam jasa tersebut, Anda harus menyiapkan anggaran ratusan ribu per bulan sebagai iuran. Dengan antar-jemput, anak tidak akan pernah tersesat atau salah jalan, tidak terlambat sampai di sekolah, dan selalu kembali dengan selamat ke rumah sepulang sekolah. Masalahnya, naik mobil yang sama dengan anak-anak lain, membuatnya harus bangun jauh lebih pagi, bila rumah Anda berjarak paling dekat dengan rumah sang supir. Kebalikannya, buah hati Anda terpaksa menahan kantuk dan sabar lebih lama, karena ia akan diantar pulang paling terakhir, bila letak rumahnya paling jauh dibandingkan anak-anak lain.

Pilihan kedua adalah naik kendaraan umum, yakni angkot, busway, kereta, atau bis. Ongkosnya murah dan Anda ikut membantu mengurangi polusi udara dengan tidak mengendarai kendaraan pribadi. Sebelum melepas anak pergi ke sekolah dengan transportasi umum, beritahukan dulu rute-rute dan nomer-nomer kendaraan yang harus dia ambil, di mana tepatnya dia harus naik, berpindah kendaraan, dan turun. Akan lebih baik lagi, bila Anda mengajaknya ‘berlatih’ menaiki kendaraan umum hingga sampai di sekolah dan kembali lagi ke rumah. Terkadang, sutu penjelasan verbal kurang jelas diterima dan baru akan benar-benar dapat dipahami, bila anak telah mencoba mempraktekkannya sendiri. Kekurangannya adalah, anak bisa saja tersesat dan terlambat sampai di sekolah akibat salah naik atau terlalu lama menunggu kendaraan umum yang lewat.

Bila ingin sehat dan tidak tersesat, kenapa tidak menyarankan si kecil menggunakan sepedanya? Bersepeda setiap hari ke sekolah akan membuat tubuhnya sehat. Ia pun tidak perlu tergantung dan harus berkejaran dengan kendaraan umum, karena kapan pun ia mau, ia bisa berangkat dan pulang. Namun, kekuatan fisik dan stamina sang buah hati harus diukur. Bila sekiranya jarak antara rumah dan sekolah dirasa terlalu jauh dan berat baginya menggunakan sepeda, maka tidak usah memaksanya untuk bersepeda.

Mungkin Anda mempunyai pertimbangan untuk memperbolehkan anak menngendarai motor. Toh, dengan motor, ia akan cepat sampai di tujuan. Praktis, tidak terlalu membutuhkan banyak bensin, dan cepat. Tunggu dulu! Sepertinya Anda lupa kalau anak masih di bawah umur. Akan sangat berbahaya melepas anak membawa sepeda motor sendiri ke tempat yang cukup jauh dari rumah. Keselamatannya jauh lebih penting!

Apapun pilihannya, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Diskusikan dengan pasangan, mana yang terbaik untuk anak.

(Berbagai sumber)

SHARE