Sekolah Asrama Membentuk Kemandirian

0
58

.Anak bisa menjadi terlalu manja bila Anda selalu ada dan siap untuk menyediakan apapun untuknya, kapanpun dan di manapun itu. Pendidikan yang terbaik untuk buah hati hanya bisa didapatkan di sekolah yang letaknya di kota atau negara lain.

Ada satu solusi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kedua hal di atas, yakni menempatkan anak pada sekolah berasrama. Jauh dari orangtua akan melatih kemandirian anak. Dia tidak akan berani lagi menggantungkan diri dan menyerahkan semua permasalahan sehari-hari hanya kepada Anda, karena di asrama yang dia miliki hanya dirinya sendiri, teman, dan guru.

Banyak anak yang tidak berminat dan justru takut untuk dimasukkan ke asrama. Hal ini tidak lain karena asrama mempunyai citra yang ketat aturan dan tegas memberikan sanksi berat bagi siswa yang melanggarnya. Tahukah Anda, justru karakter sekolah yang ‘menakutkan’ seperti inilah yang bagus untuk menggembleng watak, mental, serta akademis sang buah hati. Setiap asrama memiliki jadwal rutinitas bagi setiap siswanya.

Kegiatan anak akan diatur dan dibatasi. Dia pun tidak akan bisa lagi bermalas-malasan di tempat tidur, karena harus bangun sangat pagi untuk melakukan ibadah atau olahraga bersama teman-temannya yang lain, sehingga kebiasaan anak terlambat ke sekolah akan berhenti dengan sendirinya, tubuh pun akan lebih segar dan sehat karena ‘dipaksa’ bergerak setiap pagi.

Tidak hanya itu, bila pada biasanya setiap sore atau malam Anda stres tidak sanggup memerintahkan buah hati untuk belajar, kini Anda boleh merasa lega. Pihak sekolah akan mewajibkan dan menjalankan jam belajar setiap hari. Sebuah sekolah swasta berasrama di Muntilan, misalnya, menetapkan jam 19:00-21:00 sebagai jam belajar, yang diikuti oleh acara bebas selama satu jam untuk refreshing tiap siswanya hingga tiba jam tidur, yakni pukul sepuluh malam.

Selama di asrama, anak akan belajar mengurus diri sendiri. Mencuci baju sendiri; merapikan kamar; bersih-bersih diri; menjaga kesehatan dengan makan makanan higienis secara teratur, mengasah iman bersama teman-teman satu sekolah; melatih sikap rendah hati, toleransi, dan saling menghargai untuk dapat bersosialisasi dengan siswa-siswa lain yang akan menjadi ‘saudara-saudaranya’ di sana; mulai sadar akan pentingnya belajar dan mengulang kembali pelajaran-pelajaran yang diajarkan di kelas, dan masih banyak lagi hal positif yang bisa didapatkan sang buah hati. Selepas bersekolah di asrama, buah hari Anda tidak akan mengalami masalah lagi dengan time-management.

Selain mental dan karakter positif yang akan terbentuk nanti, Anda pun bisa lebih berhemat untuk keperluan bersenang-senang dan jajan sang buah hati, karena ia tak akan membutuhkannya selama berada di asrama dari Senin-Sabtu. Rasa rindu Anda terhadapnya bisa dilampiaskan pada saat akhir pekan, kala dia mendapat ‘libur’ dari sekolah atau dengan mengunjunginya ke asrama pada hari libur. Menarik, bukan? Well, jangan takut melepas anak!

(Berbagai sumber)

SHARE