Bali Asli, Asli Bali

0
43

.Pulau Dewata kini makin kosmopolitan dan terasa artifisial, dimana Anda akan mencari suasana Bali yang asli?? Ketika mangku membunyikan lonceng dan Anda dapat mendengar doanya dalam bahasa Kawi, maka Anda sudah dekat dengan kehidupan Bali yang asli.

Riak kehidupan di Bali sangat kental diwarnai oleh dua hal: nuansa spiritual dan hiburan. Yang menarik adalah ketika Pulau Bali menjadi semakin trendy, maka seringkali hiburan diletakkan dalam bingkai spiritual yang memabukkan. Istilah “bersantai sambil menikmati riak dan kesegaran air kolam” kini telah berubah menjadi “sebuah kesempatan untuk meditasi dan menemukan ketenangan diri”; pijat capek berubah sebutan menjadi healing ritual; sajian teh di pagi hari kini dilengkapi dengan upacara tambahan; dan berwisata ke pura kini telah menemukan nama barunya: wisata rohani. Dan berkat pencarian Julia Roberts akan kebahagiaan dalam film Eat, Pray, Love, maka kini paket wisata budaya dan kedamaianlah yang paling banyak tersaji.

Berbagai villa, resort, dan jaringan hotel paling happening di Bali telah siap dengan berbagai pilihan yang bisa Anda nikmati sebagai jalan menemukan kedamaian. Di Villa Alila Uluwatu, perjalanan menuju kedamaian dapat Anda awali dengan kunjungan ke Pura Goa Gong yang berada di daerah Bukit. Goa berhias batu stalagmit raksasa ini ditemukan oleh pendeta asal Jawa bernama Nirartha sekitar lima abad yang lalu. Hal terbaik yang bisa Anda gunakan di tempat ini adalah lotion anti nyamuk dan kamera untuk mengabadikan moment dan panorama indah di tempat ini. Di sini Anda juga dapat mengikuti upacara keagamaan yang dipimpin oleh seorang mangku dengan jubah kebesaran, butiran beras, dan air suci yang tak pelit untuk beliau bagi. Setelah berkeliling di Pura Gua Gong, Anda akan mendapati sebuah perjalanan mencari suasana Bali yang asli dan bertemu dengan pelajaran singkat bermain gamelan, minum jamu Bali, dan kalau Anda berminat Anda dapat mengikuti kelas memahat batu.

Hotel Four Seasons di Sayan menawarkan sebuah paket dimana Anda dapat merasa menjadi orang Bali asli dengan menghabiskan hari Anda bersama sebuah keluarga petani, mempelajari sistem irigasi Bali yang indah itu, dan bahkan Anda juga dapat ikut menanam bibit padi. Sedangkan di resort Komaneka at Bisma, Anda dapat mengikuti sebuah upacara pembersihan karma, membuat layang-layang, mempelajari gerakan dan lirikan tari Bali, serta menikmati sajian jamu tradisional.

Hotel Tugu Bali di daerah Cangu tak hanya memanjakan Anda dengan kedekatan jaraknya dengan Tanah Lot, namun juga dengan berbagai koleksi seni bernuansa Indonesia. Sejak pertama kali Anda menjejakkan kaki di area lobby, Anda akan disambut oleh berbagai bentuk patung batu, seperangkat gamelan, wayang, dan dinding yang bertabur lukisan, poster kuno, dan berbagai hiasan dari pelosok Indonesia. Untuk jiwa seni dalam diri, Anda akan mendapati hotel ini seperti sebuah galeri fantasi yang disempurnakan dengan koleksi menu masakan yang mendebarkan.

Untuk sesuatu yang sustainable dan ramah lingkungan, Anda dapat menginap di Bambu Indah, sebuah kawasan resort yang didirikan oleh John Hardy, seorang desainer perhiasan asal Kanada yang jatuh hati dan telah 35 tahun menetap di Bali. Resort Bambu Indah memberikan kesempatan bagi Anda untuk tinggal di salah satu dari tujuh bungalow berupa pondok bambu dengan desain seperti sebuah rumah peristirahatan milik bangsawan Jawa abad 19. Materi bambu dipilih oleh John Hardy karena dia percaya bahwa masih ada harapan untuk bumi, dan bambu adalah salah satu jawabannya. Setiap bungalow di Bambu Indah dihiasi oleh berbagai kenang-kenangan hasil perjalanan wisata John Hardy dan istri berkeliling dunia. Karpet dari Maroko menutupi lantai yang di atasnya berdiri sebuah meja kayu buatan perajin Bali, dengan peralatan makan dari Burma menghiasi permukaannya. Ruang kamar mandi dilengkapi dengan rain shower, bak mandi dari kuningan, dan toilet canggih buatan Jepang. Di sini sebuah keajaiban terjadi ketika Anda menyadari bahwa Bambu Indah adalah gambaran nyata tentang Pulau Bali, dimana berbagai unsur dan warna dari berbagai negara tumpah ruah dan memperkaya kehidupannya.

Sesekali waktu, kunjungilah kembali Pulau Bali dan rasakan kembali cita rasa dan kedamaian budayanya, atau jadilah saksi atas pesatnya perubahan di pulau indah ini.

(Berbagai sumber)

SHARE