Studi: Berkomunikasi dengan SMS = Sering Berbohong

0
24

.Ghiboo.com – Sekolah Sauder of Business di University of British Columbia melakukan penelitian dan mengkonfirmasi apa yang banyak dari kita sudah duga bahwa orang cenderung untuk berbohong ketika berkomunikasi melalui pesan teks atau SMS. 

Dalam studi tersebut, peneliti menetapkan 170 yang bekerja di pasar saham di mana satu orang adalah pembeli, dan yang lainnya broker. Untuk mencapai payout hingga $ 50, broker diberitahu bahwa mereka akan menerima lebih banyak uang dalam penjualan saham yang banyak, sementara pembeli akan menerima uang berdasarkan pada kinerja saham mereka dibeli.

Broker diinstruksikan untuk melakukan penjualan mereka melalui teks, audio chat, video chat, atau bertemu langsung, setelah sebelumnya berkomunikasi melalui pesan teks. Hal ini bisa membuat pembeli kehilangan 50% dari nilai saham tersebut. Setelah penjualan dilakukan, pembeli diberitahu tentang pengetahuan broker saham dan mereka dibohongi selama proses penjualan. Ternyata, pembeli yang menerima informasi saham melalui pesan teks, 95% telah dibohongi, sementara itu yang menggunakan video chat sebagai alat berkomunikasinya sebesar 31%.

Sepertinya asumsi ini ada benarnya juga bahwa berkomunikasi dengan pesan teks tidak selalu memberikan komunikasi yang paling jujur, sekarang ada beberapa penelitian yang mendukung asumsi tersebut. Tak hanya soal pekerjaan, tapi bisa juga sebagian dari kita juga pernah melakukan hal itu. Anda pernah melakukannya?

SHARE