Bercinta Bagai Cupid dan Psyche

0
139

.Cinta selalu diidentikkan dengan dewa Cupid. Dalam mitologi Roma, Cupid adalah dewa Cinta yang merupakan anak dari dewi cantik nan jelita, Venus. Yunani kuno mempunyai dewa cinta versi lain, yakni Eros, yang tak lain juga merupakan anak Aphrodite.

Ada cerita menarik yang mungkin bisa dijadikan alasan, mengapa kebahagiaan cinta kerap dihubungkan dengan dewa chubby, telanjang, bersayap, dan membawa panah tersebut. Anda tentu sudah sering mendengar cerita mengenai tugas Cupid mempersatukan dua insan. Dia akan menancapkan panahnya pada jantung seseorang dan orang tersebut akan jatuh cinta pada orang pertama yang dilihatnya. Uniknya, Cupid selalu mempertemukan dan ‘mempersatukan’ dua orang yang bertolak belakang kepribadiannya. Kesalahannya dalam bekerja itu tetap dan justru selalu membawa hubungan menjadi harmonis dan bahagia. Satu hal yang bisa Anda pelajari dari mitos tersebut, meski saling berbeda, bukan tidak mungkin bagi Anda dan pasangan untuk terus bersama dan saling mencintai.

Cerita tentang Cupid tidak berhenti di situ. Ibunya, Venus, sang dewi cinta dan kecantikan ternyata tidak suka jika kecantikannya disaingi oleh anak perawan salah seorang Raja di dunia manusia. Nama gadis itu, Psyche. Psyche secara harafiah berarti jiwa atau hati. Cupid yang tadinya diperintahkan untuk menyiksa dan membunuh Psyche melalui seekor naga, justru jatuh hati pada perempuan tersebut dan sengaja menembakkan panah pada kakinya sendiri.

Manusia tidak diperbolehkan memandang dewa, maka Psyche pun tidak pernah melihat wajah Cupid. Ia jatuh cinta pada kelembutan, kasih sayang, dan perhatian yang selalu diberikan Cupid. Suatu hari akibat termakan hasutan saudara-saudaranya – yang mengatakan bahwa suaminya sebenarnya telah menipunya, karena buruk rupa seperti naga – maka Psyche pun diam-diam melihat wajah Cupid yang tampan dan lembut. Seketika itu juga Cupid lenyap menghilang, karena pelanggaran yang telah dilakukan istrinya.

Psyche merasa bersalah telah tidak mempercayai suaminya. Ia meminta bantuan Venus untuk mencari dan kembali menemukan Cupid. Venus memanfaatkan hal ini untuk ‘melenyapkan’ Psyche. Dewi kecantikan ini meminta Psyche melakukan banyak tugas dan syarat berat untuk dilewati. Puncaknya adalah mengambil kecantikan Prosperine dari dunia bawah tanah (neraka). Prosperine adalah istri luto, raja neraka. Kecantikan tersebut disimpan di dalam sebuah kotak. Setelah berhasil melewati berbagai macam tantangan, Psyche berhasil mendapatkan kotak itu. Ia membukanya dan langsung jatuh tertidur untuk waktu yang lama. Ia telah terperdaya oleh Venus. Cupid mengetahui hal ini. Ia terharu dan tersentuh melihat kesungguhan dan ketulusan istrinya yang kini sudah tak bernyawa. Cupid memaafkan kesalahan Psyche, mengambil pengaruh tidur dari raga Psyche, mengembalikannya ke kotak, dan Psyche pun hidup kembali. Venus pun akhirnya merestui hubungan mereka berdua. Then, they live happily ever after, of course!

Meski berbentuk mitos, banyak hal yang bisa dipetik di sini. Ketulusan hati, kesungguhan, pengorbanan, kelembutan, kasih sayang, dan jiwa yang bersih adalah kunci keberhasilan dalam suatu hubungan. Perbedaan tidak akan berarti lagi. Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah iri hati, kecemburuan, rasa tidak percaya, dan kemarahan. Hal-hal tersebut dapat menghancurkan dan memisahkan Anda berdua, seperti dalam kisah Cupid-Psyche. Now, go get your own Cupid and Psyche!

(Berbagai sumber)

SHARE