Kabar Baru Marcell di Tahun Yang Baru

0
71

.Tahun 2010 baru saja berganti dan mungkin masih menyisakan beberapa harapan serta keinginan yang akan coba Anda wujudkan di tahun 2011 ini. Sama seperti Anda, Marcell Siahaan pun juga demikian. Di awal tahun 2011 ini dia ingin membagi kisahnya tentang Konspirasi, musik, takdir, dan twitter.

1. Marcell dan musik
Perkenalan kita pada Marcell mungkin diawali ketika di tahun 2001 kita melihatnya berduet bersama Shanty dalam lagu Hanya Memuji, sebagian lagi mungkin telah lebih dulu mengenal sosoknya sebagai penggebuk drum band Puppen dari tahun 1992 hingga 1998. Marcell lahir di Bandung pada tanggal 21 September 1977 dengan nama Marcellius Kirana Hamonangan Siahaan. Pria keturunan Batak, Jawa dan Ambon ini dapat Anda sapa Marcell Siahaan, atau cukup Marcell saja. Setelah menghabiskan periode tahun 90’an bersama Puppen, Marcell memasuki tahun 2000 dan melanjutkan gairah bermusiknya dengan menjadi seorang penyanyi. Dari tahun 2003 hingga 2008 Marcell telah merilis 3 buah album, plus sebuah album repackage, yang tentu saja memberi kontribusi dan warna tambahan dalam scene musik Indonesia. Kini dia sedang menyiapkan launching album solo keempatnya, serta memenuhi panggilan jiwanya sebagai pecinta musik rock dengan menjadi penggebuk drum Konspirasi.

Dalam proses produksi album solo yang dijadwalkan akan rilis pertengahan bulan Januari ini, Marcell dibantu oleh beberapa nama yang kebetulan pernah dia libatkan dalam proses pembuatan album sebelumnya, ataupun dalam proyek lainnya. Toma Pratama, Yovie Widianto, Mala Numata, Rayi RAN, dan Andi Rianto adalah beberapa diantaranya.

Marcell mengaku belum menemukan judul untuk album terbarunya ini. Namun dia tidak terlalu meresahkannya karena menurut Marcell judul itu adalah efek samping dari produksi sebuah album, dan biasanya sambil jalan akan menemukan judul yang pas. Album keempatnya ini sama seperti album-album sebelumnya, namun tentu saja juga tetap beda. Sama dalam hal genre musiknya yang masih mengalun di nada pop dan menyuarakan berbagai kisah cinta (“Saya setuju dengan Yovie Widianto yang berkata bahwa bangsa kita masih membutuhkan banyak cinta’), serta ekspektasinya untuk bisa memberikan hiburan seperti yang telah dia lakukan selama ini. Sedangkan perbedaan di album barunya ini terletak pada lamanya proses pre-produksi, mengingat Marcell kini punya label baru sebagai tempatnya bernaung.

Untuk membuat sebuah album yang bagus, Marcell bersama tim manajemen dan label E-Motion Entertainment sama-sama berusaha mencari alur, nafas, detak, simfoni serta pendekatan baru agar dapat terjalin sebuah atmosfer yang pas antara sang artis, manajemen, dan label. Ketika kedekatan sudah terjalin dan ada rasa saling memiliki, maka jalan kedepannya akan lebih gampang. Dalam setiap proses produksi album baru, Marcell mengaku sangat picky dalam hal memilih lagu. Pemilihan lagu yang tepat adalah poin penting dalam karier bermusik Marcell. “Karena dengan membawakan lagu yang saya suka maka saya bisa menjiwai musik saya. Rasa suka dengan sendirinya akan membawa jiwa kita mengalun bersama nada yang mengiringinya, dan membawa penghiburan bagi yang mendengarkannya.”

Andi Rianto punya peran penting dalam produksi album baru ini. Tentang sosok produser musiknya ini, Marcell punya ketakjuban tersendiri. “Dia jenius dan penuh dengan pesona musik. Dia tak hanya sekedar membuat musik, namun juga bisa merangsang kita untuk memvisualisasikannya”. Andi Rianto adalah lulusan College of Music yang bergengsi, dengan bidang studi movie scorer. Ciri khasnya dalam berkarya adalah orkestrasi dan simfoni yang megah, namun hal ini tak menjadikannya gagap dalam mengadaptasi modernitas. Di album baru Marcell, Andi telah mengaransemen sebuah lagu up-beat yang dihiasi nada-nada elektronika a la Owl City dan hasilnya sanggup mengejutkan Marcell karena sama sekali tak terdengar seperti karya Andi.

Rayi RAN juga terlibat dalam produksi album ini. Marcell melihat Rayi sebagai sosok artis muda yang sangat berpotensi, memiliki karakter suara yang unik, gaya nge-rap-nya keren, bahasa Inggrisnya bagus dan spelling-nya enak. Kolaborasi diantara keduanya menghasilkan sebuah lagu berjudul Permainan Cinta yang seperti sebuah obrolan antara adik dan kakak tetang kisah cinta yang sedang melanda salah satunya.

Di album keempatnya nanti Marcell juga berencana meng-cover salah satu lagu milik Java Jive yang berjudul Sisa Semalam. Band asal Bandung yang selalu terlihat dandy seperti Duran Duran ini mampu mengemas lagu yang sebenarnya begitu dewasa dan cenderung nakal, namun karena dibalut dalam lirik dan musik yang elegan, akhirnya hasilnya pun jauh dari kata murahan.

Proyek musik lainnya yang saat ini sedang dikerjakan adalah Konspirasi. Band rock ini ia bentuk bersama Candra Johan (vokal), Romy Sophian (bas), dan Edwin Marshal (gitar). Marcell menjelaskan band barunya ini akan terdengar keras, penuh amarah, namun tidak menambah masalah karena Konspirasi itu membuka wacana dan menguraikannya dalam bentuk lirik yang poetic. Menghibur dan tentu saja masih bertautan dengan cinta, namun dibidik dari sisi tergelapnya. Tentu saja Konspirasi ini bukan sebuah proyek eksistensi atau cari sensasi. Konspirasi adalah murni bentuk keinginan Marcell dalam berkarya, dan karena musik rock adalah bagian hidup yang tak bisa ditinggalkannya.

Marcell menyebut band-band Seattle Sound seperti Alice In Chain, Pearl Jam, Sound Garden dan Stone Temple Pilot sebagai kiblat bermusik Konspirasi. Sedangkan untuk Marcell sendiri, dia sangat menikmati musik rock dan adult contemporary yang terentang dari tahun 70 hingga 90’an. Ray Charles, Peabo Bryson, Luther Vandross, Depeche Mode, The Cure, Erasure, Bad English, Journey, Led Zeppelin, Black Sabbath, King Crimson, Alice In Chain, Stone Temple Pilots, Sound Garden, Sepultura, dan Metalica adalah beberapa diantaranya. “Tapi saya juga suka boyband karena menurut saya ada beberapa yang cukup keren. Nsync, Backstreet Boys, Human Nature, dan tentu saja Take That. Eh, kalo Savage Garden itu masuk boyband juga ga sih??”.

2. Marcell dan takdir
Kesuksesan bagi Marcell sifatnya relatif. Lagi pula dalam bermusik Marcell tidak menekankan pada profit, namun lebih pada benefit. Sebagai sebuah bentuk kehendak Yang Maha Kuasa, takdir ada dalam kehidupan manusia, dan Marcell mempercayainya. Musik membawa sebuah takdir bagi Marcell untuk bertemu dengan berbagai orang, musisi ataupun non-musisi, dan bisa membawanya pergi kesana dan kemari. Marcell juga percaya bahwa dalam hidup kita tak bisa melawan rotasi. Segala sesuatu itu tidak ada yang bisa dipaksakan dan tidak ada yang bisa dipastikan. Biarlah semuanya terjadi sesuai waktunya. Kalau sesuatu yang kita harapkan itu belum juga terjadi, mungkin itu sebuah pertanda bahwa kita memang belum siap untuk menerimanya. Kerja sama antara Marcell dan Yovie widianto juga sebuah bentuk takdir dan kesiapan. Yovie adalah salah satu musisi yang sangat konsisten dan sangat idealis. Dia hanya akan memberikan lagu karyanya pada penyanyi yang dirasa sudah mampu dan sudah siap untuk membawakannya. Marcell adalah salah satunya.

Ketika Ghiboo menanyakan tentang kapan berencana menggelar konser, sambil tersenyum Marcell menjawab “Amin, terimakasih atas doanya”. Marcell terlihat dan terdengar sabar dalam menanti waktunya, sambil jalan mungkin dia juga tengah mempersiapkan mental serta sarana pendukungnya. Proyek konser paling dekat yang melibatkan dirinya adalah sebagai tamu dalam konser Titi DJ yang bertema green concert pada tanggal 20-23 Januari nanti.

3. Marcell dan twitter
Dalam kolom biografi di profil twitter-nya, Marcell mendeskripsikan dirinya sebagai seorang “Father, husband, singer, drummer for KONSPIRASI, actor, Wing Chun practitioner, future Advocate :)”. Yup, ADVOKAT. Di tahun 2010 kemarin Marcell baru saja menyelesaikan program khusus praktik advoka
t yang menjadi prasyarat ujian advokat. Harapan terbesarnya tentu saja di tahun 2012 nanti Marcell sudah diangkat sumpah dan bisa menjadi seorang full-time advocate, “Sesuai dengan harapan ayah saya”, katanya sambil tertawa bangga.

Marcell suka twitter-an, dan dia juga menyadari bahwa sebagai sebuah produk budaya modern, twitter punya efek samping yang menakjubkan. Untuk pertamakalinya dalam sejarah, twitter menyediakan sebuah celah yang memungkinkan semua manusia untuk berkomunikasi (or at least melihat bentuk komunikasi) dengan semua orang yang diinginkannya, termasuk artis idolanya. Namun tak jarang twitter juga membawa masalah dalam hidup Marcell, apalagi ketika bertemu dengan tweet-tweet yang mengganggu. Okay, memang seharusnya twitter itu menyenangkan, seharusnya kita bisa melakukan aja di twitter. Bukankah awalnya kita membuat account twitter untuk bersenang-senang?? Namun dalam perkembangannya kita menyadari bahwa dalam ber-twitter-pun terdapat sebuah pola yang menekankan pada pentingnya attitude dan intelektualitas aktornya. “Beberapa waktu yang lalu saya baru saja meminta follower saya untuk berhenti mem-follow saya karena begitu sotoy dengan hidup saya”. Yeah, memang kadang kicau burung tak selalu terdengar merdu, dan seringkali cenderung mengganggu.

Namun tentu saja ada manfaatnya Marcell suka twitteran dan difollow banyak orang. Contohnya saja di album barunya nanti akan ada sebuah lagu berjudul Melati yang ditulis oleh Mala Numata dengan indah sekali gara-gara terinspirasi tweet-tweet Marcell untuk sang istri.

4. Marcell dan sang istri
Marcell adalah seorang pemeluk agama Budha (ditasbihkan dengan nama Medhakumara oleh Bhante Sri Pannavaro Mahanayak Thera dalam upacara peringatan Hari Asadha di Candi Mendut pada tanggal 29 Juli 2007) dan kebetulan juga seorang vegetarian. Sementara itu istrinya, Rima Melati Adams, adalah mantan finalis Miss Singapore Universe 2001 yang suka dan jago masak. Menyadari bahwa seorang vegetarian beristrikan wanita cantik dan jago masak terdengar agak kurang pas, maka Marcell memperbaiki ketidak sempurnaan ini dengan memutuskan untuk rehat sebagai seorang vegetarian dan mendedikasikan selera makannya sebagai bentuk apresiasi masakan sang istri. Sebuah keputusan tepat dan terdengar gentleman bukan?!. Ada satu hal lagi yang menakjubkan tentang sang istri. Selain kemampuannya dalam kreasi kulinari, ternyata Rima juga seorang gadget freak yang sangat handy, bahkan dia bisa memperbaiki handphone Marcell yang sempat rusak. Namun berkebalikan dengan sang istri, Marcell mengaku dirinya tak begitu tergila-gila dengan piranti elektronika. Menurutnya, semua kebutuhannya akan piranti terkini telah terakomodasi berkat kehadiran BlackBerry dan iPad yang dideskripsikan sebagai best gadget on earth. BlackBerry sangat mempermudah komunikasi, apalagi feature push e-mailnya. Sementara iPad tak hanya menggantikan peran laptop dalam kehidupan Marcell, namun juga memberikan penghburan melalui berbagai aplikasinya yang gila-gilaan dan tampilannya yang memuaskan. “Kalau istri saya beda. Pengennya iPad, laptop, dan Samsung Galaxy Tab dijejer terus dioperasiin semuanya”.

5. Marcell dan hobi
Bagi Marcell, hobi adalah sebuah kata yang absurd dan sering kali telah mengalami transformasi. Ketika kita melakukan sesuatu yang kita suka untuk mengisi waktu senggang, mungkin itu bisa dibilang hobi. Namun ketika kita melakukan hal yang kita suka bahkan diluar waktu senggang kita, maka itu adalah sebuah kebutuhan, not to mention obsesi. Wing Chun awalnya adalah sebuah hobi baru dalam kehidupan Marcell, namun ketika dia mulai merasakan manfaat dan filosofinya, dia meng-convert hobi ini menjadi sebuah kebutuhan dan kini dengan serius menekuninya. Secara fisik sudah jelas bahwa setiap kegiatan olah raga dan seni bela diri pasti membawa manfaat bagi bentuk dan stamina badan. Namun di luar itu Wing Chun juga mengajarkan sebuah filosofi yang membawa pencerahan dan kesadaran akan kesejajaran, untuk tidak merendahkan orang lain.

Wing Chun adalah salah satu bentuk seni bela diri asal Cina yang memiliki gerakan halus dan tidak menggunakan power karena awalnya ilmu bela diri ini diperuntukkan bagi perempuan. Film Ip Man yang dibintangi oleh Donie Yen merupakan salah satu film tentang salah satu tokoh Wing Chun yang paling legendaris. Tokoh lainnya yang terkenal antara lain Bruce Lee, Nicholas Cage, Robert Downey Jr., serta Samuel Kwok yang telah mengenalkan aliran seni bela diri ini ke pelosok dunia, bahkan Indonesia. Marcell sendiri menjalani proses belajar Wing Chun melalui korespondensi via telepon, email, dan video, serta berbagai kelas dan seminar yang digelar di sekitar Singapura, Malaysia, HongKong, dan Australia.

6. Marcell dan film
Marcell mengisi tahun 2010 kemarin dengan membintangi dua buah film. Sebagai Letkol Soeharto dalam drama komedi Laskar Pemimpi dan sebagai Kanjeng Badai yang seorang homophobic dalam film action komedi Madame X. Tentu saja Marcell masih ingin terlibat lagi dalam berbagai produksi film di waktu yang akan datang, namun jauh di lubuk hatinya dia sangat ingin terlibat dalam sebuah produksi film action yang bagus. Marcell adalah salah satu penggemar film action dan dia menyebut film Merantau sebagai film action Indonesia yang paling keren dan paling dahsyat, mengingat genre film ini telah melalui masa jeda yang cukup lama dari layar perfilman Indonesia. Kesukaannya pada film Merantau bahkan berbuah kebanggaan ketika melihat kotak film ini menghiasi rak salah satu toko DVD paling terkenal di Melbourne. Film keren lainnya yang cukup signifikan dalam hidup Marcell adalah From Dusk Till Dawn. Dalam perkembangannya ternyata film ini tak hanya sekedar keren, tapi juga sangat mempengaruhi hidupnya. Gara-gara melihat tato George Clooney di film ini, Marcell jadi begitu ingin punya tato. Kini dia telah memiliki 5 buah tato dan semuanya dalam bentuk tribal karena kalau mau membentuk sebuah tema, Marcell takut bosan. Apakah bentuk ini memiliki filosofi tertentu bagi Marcell? “Tidak, sama sekali tidak. Tidak ada filosofi khusus yang melatar belakangi pembuatan tato dalam hidup saya. Saya membuat tato karena saya merasa itu adalah sesuatu yang keren. That’s it”.

(Ghiboo) 

SHARE