Made In China

0
37

.Ada percikan gairah baru dalam atmosfer wisata Cina ketika para usahawan lokal membanjiri negara raksasa ini dengan berbagi inovasi menawan yang sulit untuk dihindarkan. Dari Beijing hingga Shenzen, Cina punya sesuatu untuk ditawarkan. Inilah beberapa diantaranya:

1. CCTV Tower
Inilah salah satu gedung yang menjadi atraksi baru di langit Beijing. Konstruksi gedungnya yang begitu cutting edge dan terlihat ultra modern di desain oleh Rem Koolhas dan Ole Scheeren dari biro arsitek OMA. Berkantor di CCTV Tower adalah sebuah prestasi, sedangkan berfoto dan menjadikan gedung menawan ini sebagai background adalah salah satu hal yang makin marak akhir-akhir ini. Untuk mendapatkan hasil bidikan yang cukup monumental, Anda dapat menyambangai atap Zhang Fu Mansion dan berkreasi dengan kamera Anda. Rumah mode lokal Xander Zhou juga melakukannya. Dengan memasang seorang pemuda lokal dan membalutnya dalam dandanan dekonstruksi-preppy, maka landmark ini pun terdokumentasi sekali lagi.

2. Creative City Hong Kong
Whitespace adalah sebuah agensi desain asal Hong Kong yang dengan suksesnya telah merangkum binar dan daya tarik kota ini dalam sebuah pamflet yang tak hanya portable, tapi juga terlihat stylish. Di dalamnya terangkum berbagai tempat menarik yang bisa Anda kunjungi, seperti tempat belanja, tempat makan, dan berbagai pusat budaya paling keren yang tersebar di 6 distrik kota Hong Kong tersaji di sini, lengkap dengan informasi lainnya seperti rekomendasi dari komunitas lokal, jadwal pameran seni, dan bahkan beberapa titik yang pernah menjadi lokasi film seperti restoran Goldfinch yang muncul di In The Mood For Love milik Wong Kar Wai. Dengan pamflet ini di tangan, Anda tak akan mengalami hari-hari yang depresi seperti Bill Muray di Lost In Translation.

3. Li Xaofeng
Seniman asal Cina yang terkenal berkat kemampuannya dalam merangkai pecahan keramik antik menjadi sebuah artikel pakaian ini mendapatkan sambutan yang luar biasa setelah memamerkan kreasi gilanya berupa polo shirt Lacoste yang terbuat dari 317 keping porselin. Untuk proyek ini, Li mengambil nspirasi dari motif dinasti Ming dan membuat rangkaian porselain yang dihiasi dengan cat warna biru dan merah, serta berbagai motif kuno era Dinasti Ming dan tentu saja logo Lacoste, lengkap dengan gambar buayanya yang ikonik. Butuh waktu selama 3 bulan untuk menyelesaikan proyeknya yang paling mahal dan paling eksklusif ini. Lacoste telah meminta Li berkolaborasi sekali lagi dalam produksi yang lebih wearable, yaitu kaos edisi khusus bergambar bunga lotus dan anak kecil yang semasa pemerintahan Dinasti Qing menjadi simbol kemurnian dan keberuntungan.

4. Amanyafun
Hanya berjarak 20 menit dari pusat kota Hangzhou, Anda akan menemukan sebuah resor mewah dengan desain yang minimalis. Kerimbunan hutan bambu yang membingkai 42 bangunan Amanyafun mampu memberikan suasana damai yang menenangkan, dan kombinasi perabotan kursi bergaya Ming, lantai batu, serta lampu lampionnya akan menyuguhkan atmosfer yang memukau. Tentu saja Anda masih bisa terhubung denga dunia karena seluruh bangunan milik Aman Resort Group ini dilengkapi dengan fasilitas  Wi-Fi. Away, but not that totally away.

5. Collective Luxury
Griya konsultasi dan perawatan kecantikan milik Miao Lu ini menawarkan berbagai koleksi produk dan perawatan spa terbaik yang bisa Anda dapatkan di Beijing. Miao Lu adalah seorang ahli kecantikan yang sebelumnya bekerja untuk label premium Malin+Goetz di New York. Namanya memberi kontribusi yang signifikan karena baru setahun dia mendirikan Collective luxury, namun tempat ini telah mendapat sambutan yang luar biasa. Cabang terbarunya yang berlokasi di Lido Park akan memanjakan Anda dengan perawatan andalan seperti element-balancing oil facial  serta mother of pearl polish. Selain itu Anda juga dapat membeli berbagai produk eksklusif seperti rangkian perawatan dari Elemental Herbology, wax dari Cire Trudon, serta wewangian keluaran Yosh.

6. HK Honey
Paska kunjungan wisatanya ke sebuah peternakan lebah di Swedia, Michael Lung jadi begitu terobsesi dengan lebah dan produk turunannya. Setelah pulang ke Hong Kong, dia segera mendekati para peternak lebah, desainer produk, serta seniman lokal, dan meyakinkan mereka akan manfaat yang bisa didapatkan dengan mengembangkan usaha madu lokal. Cina adalah salah satu produsen madu terbesar di dunia, namun ironisnya rak-rak supermarket di kota Hong Kong selalu dipenuhi dengan berbagai produk madu impor. Keinginannya untuk membuat perubahan yang lebih baik dimulai ketika bulan Juli kemarin dia membuka HK Honey dan memajang berbagai produk unggulan seperti lilin madu yang harum luar biasa serta madu buah Leci dan Longan yang diproduksi oleh  sebuah peternakan lebah di pinggiran kota Hong Kong.

7. CIPEA
Ketika seorang investor asal Cina bertemu dengan seorang kurator asal Jepang, Anda dapat merasakan bahwa sesuatu yang luar biasa akan terjadi. Dan tebakan Anda memang benar. Sebuah mega proyek dibangun di Pearl Spring, dekat Nanjing. Diantara deretan bukitnya yang hijau, CIPEA seolah-olah berdiri dan menantang untuk didekati. Komplek yang merupakan singkatan dari Contemporary International Practical Exhibition of Architecture ini diprakarsai oleh Xun Lu dan Arata Isozaki, dan menjadi lokasi yang merangkum 20 bangunan temat tinggal, hotel, balai pertemuan, kampus, musium seni dan arsitektur, serta sebuah taman rekreasi yang masing-masing bangunannya didesain oleh arsitek yang berbeda.

8. Seventy Ten Percent
Label tas handmade milik Shai Levy ini memberikan lebih dari sekedar tampilan yang menawan. Sebelum akhirnya memulai usahanya di tahun 2009, Shai Levy terlebih dulu telah menghabiskan dua tahun waktunya untuk mengembara ke pelosok dunia demi mencari materi yang tepat untuk produksi tas yang berkualitas. Akhirnya sebuah formula dia temukan. Dengan mengkombinasikan kulit Itali yang telah mengalami proses pewarnaan dengan bahan organik serta kain kanvas yang terbuat dari bahan katun Mesir yang ditenun dan diwarnai di Jepang, Shai Levy memberikan sentuhan urban untuk melengkapi formula rancangan tas Sevent Ten Percent yang trendy. Setiap tas yang diproduksi juga dilengkapi dengan berbagai kantong dan tempat penyimpanan yang terpisah untuk memudahkan dalam mengorganisir berbagai barang keperluan Anda. Koleksi tas buatan tangan ini dijual dengan harga mulai dari 181 Poundsterling.

9. Shenzen
Produk berlabel Made In China mungkin memiliki makna yang kurang baik bagi Anda. Namun penilaian ini mungkin dapat sedikit diperbaiki dengan mencoba koleksi pakaian jadi keluaran FFIXED. Kolaborasi antara Kain Picken dan Fiona Lau tak hanya menghasilkan berbagai artikel pakaian multi fungsi untuk perempuan dan laki-laki, namun juga telah mendatangkan apresiasi di pasar Internasional. Beberapa waktu yang lalu label ini memindahkan rumah produksinya dari Hong Kong ke Shenzen, salah satu provinsi di Cina Daratan yang sedang melakukan perombakan besar-besaran. Selain label FFIXED, Shenzen juga akan dihuni oleh sebuah bandara internasional baru, gedung-gedung pencakar langit  dengan desain yang mempesona, serta beberapa musium seni dan budaya. Sepertinya Shenzen sangat serius dalam usahanya untuk mencuri perhatian Anda.

10. Shang Xia
Butik seluas 123 meter persegi ini berlokasi di Shanghai dan menjadi bukti keperkasaan Hermes di Cina, atau sebaliknya, pesona Cina yang membuat Hermes mabuk kepayang. Semua koleksi pakaian dan perabotan yang dipajang di sini dikerjakan dengan falsafah dan keterampilan khas Hermes, namun memasukkan warna lokal yang sangat kental. Butuh waktu sekitar 2.5 tahun bagi Hermes untuk menyeleksi artis-artis lokal yang sanggup mengisi rak pajang dengan standar kualitas khas Hermes. Proyek bilingual ini akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Anda dapat menemukan berbagai peraalatan makan, koleksi tea set,
furniture,
perhiasan, scarf sutra, serta berbagai koleksi pakaian pria dan wanita yang terbuat dari bahan kasmir hingga serat bambu. Bangunannya sendiri didesain oleh Kengo Kuma dan mengeksplorasi langit-langit serta dindingnya dengan permainan tekstur dan warna. Beijing dan Paris kabarnya segera mengikuti jejak Shanghai dengan membuka butik ekletik ini.

11. Press Room Group
Bentuk bangunan apartemen di Hong Kong yang rata-rata sempit, serta area dapur yang sangat pelit telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mempopulerkan tradisi makan di luar. Itulah mengapa restoran di Cina biasanya memiliki ruangan dengan desain yang menawan, namun sajian makanan yang seringkali mengecewakan. Maka hadirlah tiga orang pemuda asal Cina yang mendobrak pakem ini dengan mendirikan Press Room Group. Arnold Wong adalah seorang pengacara lulusan Oxford, Alan Lo lulus dari Princeton dengan gelar Arsitek, sedangkan Paulo Pong insinyur asal MIT. Mereka bertiga percaya bahwa makanan yang enak biasanya tersedia di tempat-tempat yang tidak kita duga. Proyek pertama mereka adalah membeli sebuah gedung kuno tahun 1920’an bekas kantor Overseas Daily News dan membuka sebuah French brasserie dengan cita rasa dan suasana yang klasik bernama The Press Room. Lima tahun kemudian mereka telah memiliki sebuah bar dan restoran dengan tema retro bernama The Pawn, sebuah jaringan toko roti bernama Classified, dan baru-baru ini membuka SML yang menyajikan makanan dalam pilihan porsi kecil, sedang, atau besar.

12. Rockbound Art Museum
Gedung bergaya art deco ini berlokasi di Shanghai dan menjadi ruang peraga berbagai koleksi seni kontemporer lokal yang sangat inovatif. Di bawah kepemimpinan Lai Hsiangling, musium ini dengan cepat telah mendapatkan namanya dan menjadi salah satu lokasi  di Shanghai yang paling inspiratif untuk dikunjungi. Salah satu koleksi paling membanggakan yang dimiliki musium ini adalah Chinese peasant Da Vincis karya Cai Guo-Xing, seniman kontemporer Cina paling disegani saat ini.

(Berbagai Sumber)

SHARE