Hisapan Jempol Si Tonggos

0
43

.Apa istimewanya ibu jari? Mengapa si kecil suka sekali menghisapnya? Hal ini dialami hampir oleh setiap bayi. Anda mungkin baru menyadari kebiasaan tersebut saat si kecil berusia tiga bulan. Bahkan, dari scan ultrasound diketahui bahwa anak mulai gemar menghisap ibu jarinya sejak mereka berusia 28 minggu dalam kandungan! Kegiatan ini menjadi semacam gerakan reflek dan relaksasi bagi bayi. Buah hati menghisap ibu jari untuk menenangkan dirinya sendiri kala merasa letih, bosan, lapar, atau sekedar membutuhkan kenyamanan yang dapat membuatnya tertidur pulas.

Seorang ahli seputar hisap-menghisap jempol dan jari bernama Rosemarie Van Norman, mengatakan, “Menghisap ibu jari sebenarnya membuat otak otak memproduksi endorfin, yang bisa menenangkan tubuh dan memberikan kebahagiaan, sama seperti ketika Anda merasa puas setelah makan dalam jumlah besar.”  Kebiasaan ini biasanya akan berhenti dengan sendirinya saat anak berusia 2-3 tahun. Hanya 15% dari keseluruhan anak berusia empat tahun yang masih akan melakukannya.

Meski menimbulkan rasa nikmat, hal ini memiliki efek negatif. Letak gigi bisa menjadi maju (baca: tonggos). Kemungkinan ini dapat terjadi bila si kecil masih menghisap jempol saat giginya mulai tumbuh, yakni sekitar umur 5-6 tahun. Perbedaan dan tipe menghisap ibu jari menghasilkan efek yang berbeda-beda pada gigi.

Untuk menghindari letak gigi yang tidak proporsional, Anda harus menghentikan kebiasaan si kecil menghisap jempol. Bukan dengan memarahi, namun dengan mengingatkan dan memuji bahwa dia telah bertumbuh dan bertambah dewasa. Banyak hal yang telah ditinggalkan seiring proses kedewasaanya tersebut, seperti tidak adanya lagi penggunaan popok, botol susu, dan masih banyak lagi. Katakan padanya, bahwa Anda sangat bangga terhadap hal tersebut. Tanya padanya, kebiasaan apalagi yang harus dia hentikan? Bila ‘menghisap jempol’ tidak terpikir olehnya, maka Andalah yang harus memasukkannya ke dalam daftar kebiasaan buruk tersebut. Ceritakan padanya kebiasaan buruk Anda waktu kecil dan bagaimana beratnya Anda meninggalkan kebiasaan tersebut. Meski sulit, akhirnya Anda berhasil menghentikan hal itu. Dia akan termotivasi mendengar cerita ini.

Motivasi juga dapat dilakukan melalui teman-teman sebayanya. Undang mereka menginap di rumah untuk menemani si kecil tidur di suatu malam. Pastikan teman-temannya itu sudah tidak lagi menghisap ibu jari mereka. Menjadi satu-satunya orang yang masih melakukan kebiasaan masa kecil akan membuatnya malu. Terlebih bila salah seorang atau bahkan mereka semua menegur si buah hati, dijamin anak akan semakin terpacu untuk segera meninggalkan kebiasaannya menghisap ibu jari.

Bagaimanapun caranya, hentikan kebiasaannya tersebut. Bila secara tidak sadar ia mulai memasukkan ibu jarinya ke dalam mulut, maka Anda harus segera mengalihkan perhatiannya. Minta ia beraktivitas menggunakan kedua tangannya. Waspadai saat sebelum tidur. Minta dia memegang buku yang dibaca sebelum tidur dengan kedua tangannya. Bisa juga dengan memberinya sebuah boneka agar tangannya sibuk memeluk mainan tersebut, bukan ‘parkir’ di dalam mulutnya.

Semakin dini Anda membantu si kecil menghentikan kebiasaan ini, semakin besar peluangnya untuk dapat segera melewati fase masa kecilnya tersebut.

(Berbagai sumber)

SHARE