Mengapa Menghindar? Mengapa? Mengapa?

0
61

.Paling menyebalkan memang bila Anda dihadapkan pada seseorang yang plin-plan, tidak tegas, pengecut, dan penakut. Bisa jadi pasangan Anda termasuk salah seorang di dalamnya. Alih-alih membicarakan masalah yang sedang dialaminya dengan Anda, ia justru menghindari Anda. Mungkin juga ia menghindari Anda karena cemburu, namun tidak sanggup mengutarakan hal tersebut, sehingga memilih menutup diri atau ia memang sudah kehilangan ‘getarannya’ bersama Anda, sesederhana itu.

Pasangan mulai menghindar. Ia tidak lagi membalas SMS Anda, tidak pernah lagi menelepon Anda, selalu menolak untuk bertemu dengan seribu macam alasan, tidak menceritakan lagi kepada Anda seputar kegiatannya sehari-hari, dan lain-lain. Saatnya bertindak! Meski demikian, tidak perlu gegabah. Tetap tenang dan berpikir positif.

Segera komunikasikan hal ini dengannya. Memang benar, ia tidak lagi meladeni telepon atau SMS Anda, ia pun selalu tidak mau bertemu. Janji temu bisa dihindari, tapi tidak bila Anda tiba-tiba yang mendatanginya ke rumahnya, tempat kerja, atau tempat-tempat nongkrong favoritnya. Hindari diskusi melalui berbagai macam media. Lakukan pertemuan empat mata secara langsung dengannya.

Mungkin ia tetap akan menolak membicarakan hal tersebut dan justru meminta putus. Katakan padanya bahwa Anda tidak akan pernah menyetujui perpisahan sebelum ia menjelaskan alasannya. Yakinkan pasangan bahwa Anda akan segera meninggalkannya dan tidak akan lagi mengganggunya bila telah mengetahui alasannya, apapun itu. Toh, tidak ada gunanya mempertahankan hubungan yang sudah tidak diinginkan oleh salah satu pihak. Meski Anda berhak atas suatu penjelasan, pasangan juga berhak memiliki ruangnya sendiri. Beri dia waktu. Setelah ia siap dan lebih tenang, ia akan mau membicarakannya dengan Anda. Letakkan jauh-jauh handphone dari tangan Anda, jangan menerornya dengan berbagai pertanyaan ‘mengapa’.

Bila Anda telah memberinya cukup waktu dan akhirnya telah mendiskusikan dan meluruskan permasalahan tersebut dengannya, namun tetap tidak menemukan jalan keluar dan hubungan tetap tidak membaik, then let it go. Akhiri saja. Hargai diri Anda sendiri. Diri dan waktu Anda jauh lebih berharga dibanding mengurus orang dan hal yang jelas-jelas hanya akan menghambat kepastian masa depan Anda. Kalau memang ia jodoh Anda, ia akan mencari Anda kembali. Otherwise, being single won’t be the end of the world.

(Berbagai sumber)

SHARE