BlackBerry Masa Kini, Android Masa Depan

0
35

.Begitulah kira-kira rangkuman dari sebuah surel yang masuk ke salah satu redaksi Ghiboo. Surel tersebut mengisahkan pengalaman seseorang, sebut saja Luki yang sejak dulu menggunakan BlackBerry tapi sekarang beralih ke Android.

Seperti yang kita tahu, dimana mata memandang kita selalu melihat seseorang memegang BlackBerry ditangannya, apa pun serinya. Segala cara diupayakan untuk membeli ponsel asal Kanada tersebut, mulai dari membeli seken yang harganya dibawah satu juta rupiah hingga yang mampu beli yang baru dengan harga enam juta rupiah.

Kebanyakan orang bila ditanya alasan membeli BlackBerry adalah karena layanan BlackBerry Messenger. Mereka saling berbagi pesan mulai dari yang penting hingga yang mengganggu. Bahkan sekarang ini banyak orang yang mengobral nomor PIN BBM untuk menambah teman di BB Group. Berkat server yang besar, pengguna BlackBerry selalu bertambah setiap harinya. Bahkan yang lebih mengejutkan, pengguna BBM tertinggi adalah Indonesia.

Nah, menurut Luki, Android yang pertama dia miliki adalah HTC Magic yang disebut cinta pertamanya. Bila diibaratkan sebuah mobil, BlackBerry adalah Kijang yang mampu menampung papa, mama, aa, teteh, abang, adik, nenek, kakek di BBM sedangkan Android diibaratkan Hummer. Memang ponsel Android tidak bisa menampung semuanya dalam, artinya Android tidak (atau mungkin belum) punya layanan seperti BBM.

Android seperti mobil Hummer, kendaraan 4×4 offroad atau sebuah Land Rover yang tidak mampu adalah membawa semua aa, teteh, paman, bibi dan lain-lain tumplek blek dalam BBM. Namun kalau Anda ajak berlibur, dia bisa sampai ke ujung pantai, kalau anda bawa ke gunung, dia bisa diajak masuk ke dalamnya, kalau dia diajak ke pasar, bisa diajak ke tempat paling becek. Kalau anda ajak ngantor, dia bisa parkir di atas trotoar walau parkiran penuh.

Menurut Luki, jika membuka halaman penuh situs menggunakan Opera dan Bolt di BlackBerry, kita harus menggeser ke kanan, kiri, atas dan bawah belum lagi menunggu situsnya muncul secara penuh. Berbeda dengan ponsel Android, ketika di-zoom in dengan jari, huruf-hurufnya langsung menyusun rapi ke bawah. Kita tinggal geser pakai jari ke bawah.

Wah pokoknya si Luki ini menceritakan panjang lebar mengenai pengalamannya selama menggunakan BlackBerry dan Android. Baik dan buruknya. Bagaimana dengan Anda, masih pakai BlackBerry atau siap berpindah ke Android?

(Berbagai sumber)

SHARE