The Curious Case of Jersey Shore

0
56

.”Inilah yang kami sukai, dan meskipun kami tidak dibayar, kami akan tetap kembali ke sana dan melakukan hal yang sama. Jadi apa salahnya kalau sekalian merekamnya??”.

Itulah yang dikatakan oleh Nicole Polizzi, atau yang lebih dikenal dengan nama Snooki. Kemunculan singkatnya sebagai figuran di salah satu episode serial MTV “Is She Really Going Out With Him?” telah menjadi platform sempurna yang menghantarkannya pada Jersey Shore, sebuah fenomena budaya yang mulai tayang bulan Desember 2009. Dan di sepanjang tahun 2010 kemarin nama Snooki, DJ Pauly D, Jersey Shore, GTL, Guido, dan Sittuation adalah trending topic dalam pop culture. Di awal tahun ini, mereka siap kembali dengan Jersey Shore Season Three.

Melalui layar MTV, kita bisa belajar bagaimana jadinya kalau segerombol anak muda tinggal di sebuah rumah, berhenti berbasa-basi dan mulai menunjukkan jati diri. Ada dua jenis hiburan yang biasanya disuguhkan oleh MTV, yaitu jenis Real World dan jenis The Hills. Dalam tayangan bertema Real Worldicus Americanus, biasanya sang produser mencari sosok-sosok potensial yang ketika semua karakter itu disatukan dalam suatu ruangan, kombinasinya akan menimbulkan drama dan ledakan. Sedangkan dalam spesies The Hillsus Americanus, potensi drama dan ledakan selalu ada, namun seringkali terpendam dalam balutan kemewahan dan kesempurnaan penampilan. Tentu saja mereka memberikan hiburan dan pencerahan dalam dunia entertainment dan kebudayaan. Namun efek sampingnya tak sedahsyat seperti yang dihasilkan oleh Jersey Shore.

Di sebuah rumah di kawasan Seaside Heights, New Jersey, berkumpullah Snooki, the Situation, Vinny, DJ Pauly D, Ronnie, Angelina, Sammi dan J-WOWW. Delapan anak muda keturunan Amerika-Italia ini suka mengumpat, berteriak, berdandan ultra-mencolok, mempunyai kecenderungan eksibisionis, tubuh selalu terlihat mengkilat berkat rajin mengkonsumsi semprotan tanning, dan mereka dengan bangga mengidentifikasi diri sebagai guido, dan guidette. ketika semua orang mencela istilah guido dan guidette, anak-anak Jersey Shore justru dengan bangga mengenakannya. Mereka tidak takut dengan stereotype dan cap jelek, karena mereka bangga dengan status dan penampakan mereka -rambut dan badan yang kelewat mengembang dalam balutan Armani Exchange ukuran ekstra sempit- di layar TV. Mereka tak hanya bangga, namun merayakannya.

Dalam budaya urban, guido adalah istilah slang yang digunakan untuk menyebut warga keturunan Italia-Amerika dari kelas pekerja. Istilah ini dianggap sebagai sebuah bentuk pelecehan yang tidak menyenangkan, setara dengan istilah Niger dikalangan Afrika-Amerika dan Chinese bagi warga keturunan Cina-Amerika. Ketika MTV mempromosikan program reality show terbarunya, mereka berkata bahwa Jersey Shore akan menampilkan “the hottest, tannest craziest Guidos“. Tentu saja hal tersebut segera mendapatkan reaksi keras dari kelompok etnis Italia-Amerika. Linda Stasi dari The New York Post menulis sebuah kolom pedas yang menuduh bahwa melalui Jersey Shore, MTV telah mengkotakkan warga keturunan Italia-Amerika sebagai kelompok “berambut kelimis, seronok dengan warna kulit tanning palsu, tak beradab, tak berselera, tak bermoral, dan tanpa cita-cita mulia”. Unico National, organisasi warga komunitas Italia terbesar di New Jersey, juga sangat gusar dengan istilah guido dan penggambarannya di MTV, Bahkan senator senior Joseph Vitale asal New Jersey telah meminta acara ini ditarik izin siarnya dari Amerika.

Untuk meredakan ketegangan, MTV telah menempuh jalur cepat dengan meminimalisir penggunaan istilah guido dan guidettes, terutama setelah Domino’s Pizza dan beberapa produk lainnya membatalkan iklan mereka. Meskipun semua ketegangan dan sensasi dapat menjadi bumbu manis pendongkrak rating, namun para pemain Jersey Shore punya pendapatnya sendiri tentang hal ini. Dengan penuh nada emosi dan banyak umpatan, Snooki berkata “Peduli setan dengan Domino’s, Dell, Unico dan semua orang di luar sana. Kalau memang mereka tidak suka, ya sudah, jangan nonton kami. Tapi jangan banyak omong”.

Semenjak tayang perdana sekitar 13 bulan yang lalu, Jersey Shore telah menerima publisitas, kontroversi, dan rating dalam dosis yang lebih tinggi dibanding semua acara yang pernah dibuat MTV. Pertunjukan ini telah menjadi fenomena budaya pop dan menciptakan istilah-istilah ajaib yang dengan cepat mewabah dan menjadi trending topic. Salah satu jargon yang paling terkenal mungkin yang ditunjukkan oleh empat pemuda di serial ini. Mike “The Situation” Sorrentino, Ronnie Ortiz-Magro, Vinny Guadagnino, dan “Pauly D” Delvecchio senang sekali mengucapkan istilah GTL –gym, tan, and laundry- dan dengan bangga menunjukkannya dalam setiap kesempatan di Jersey Shore. Mike “The Situation” bahkan memberikan kuliah singkat tentang GTL dalam salah satu episodenya, dan berkata “Gym, tan, dan laundry adalah sebuah falsafah hidup yang harus kita terapkan setiap hari. Inilah kunci untuk meningkatkan penampilan diri, karena ketika kemasan kita berantakan, maka orang akan menganggap kita sebagai sebuah produk yang secara keseluruhan berantakan. GTL setiap hari dan pastikan Anda menjaga penampilan diri.”

Mulai tanggal 6 Januari kemarin mereka kembali menghiasi layar MTV dengan season ketiga Jersey Shore. Jadi, siapkan diri Anda untuk melihat kembali para pemuda dan pemudi yang seringkali tampil kocak dan cliche ini menghadapi ritme hidup dalam kemasan tubuh coklat, seringkali ekstra besar, lengkap dengan gel rambut dan hair spray andalan mereka.

(Berbagai sumber)

SHARE