Ambil Keuntungan Dari Pasangan

0
23

.Simbiosis mutualisme. Seperti itulah seharusnya suatu hubungan. Boleh saja Anda menerima pasangan apa adanya dirinya, namun tetap saja Anda harus mendapatkan ‘sesuatu’ yang berarti keuntungan darinya untuk Anda!

Contoh yang paling mudah, apakah Anda mau menjalin hubungan dengan orang yang sama sekali tidak mau mengeluarkan ‘modal’ untuk pacaran, not even once? Setiap kencan, ia tidak mau ‘menyumbang’ sepeser pun. Bahkan untuk masalah parkir, memberi sedekah pada pengemis di jalan, hingga membeli pulsa untuk tetap dapat mengaktifkan nomernya sendiri, selalu Anda yang mengeluarkan dana.

Hal ini akan semakin parah bila Anda tidak mendapatkan seorang kekasih yang dapat membantu Anda memperluas wawasan dengan ilmu yang dikuasainya. Tidak ada gunanya Anda menjalin hubungan dengan seseorang, jika diri Anda tidak berkembang maju dan menjadi lebih positif setelah berpacaran dengannya. Coba pikir, bila pasangan Anda orang yang cerdas dalam hal politik, ekonomi, atau kedokteran – misal – maka saat berbincang-bincang dengannya, Anda tidak hanya mendapatkan nuansa romansa, namun juga pengetahuan secara cuma-cuma!

Simbiosis mutualisme bisa diartikan sebagai hubungan memberi dan menerima secara seimbang. Berhentilah memberikan banyak hal bertubi-tubi tanpa henti pada pasangan, berupa materi, dukungan moril, toleransi yang berlebihan, dan pengabdian tanpa cacat. Mungkin Anda takut kehilangan pasangan. Hal ini membuat Anda sengaja selalu ‘memberi’ tanpa ‘menerima’, agar pasangan merasa ketergantungan dan melihat Anda sebagai seseorang yang bernilai, sehingga ia tidak akan meniggalkan Anda. Salah. Cara ini justru akan membuat pasangan cepat meninggalkan Anda.

Bayangkan jika Anda tidak pernah bisa balik ‘memberi’ karena pasangan tidak pernah memberikan kesempatan pada Anda untuk ‘membalas budinya’? Bagi Anda yang masih memiliki harga diri, tentu Anda akan merasa tidak nyaman dan minder. Diri seakan menjadi beban dalam suatu hubungan saat akan pergi kencan. Begitu pula di saat pasangan memiliki masalah di kantor. Sayang Anda tidak bisa memberinya saran yang positif dan jitu, karena Anda tidak mampu mengimbangi kapasitas kualitas otak yang ada di dalam kepalanya.

Selalu dibantu tanpa bisa membalas kebaikan pasangan dapat menjadi bumerang dalam suatu hubungan. Jalankan prinsip ‘take and give‘ dengannya. Ambil keuntungan dari masing-masing Anda!

(Berbagai sumber)

SHARE