Fakta Terbaru Masalah Kebotakan

0
35

.Kebotakan yang sering terjadi pada pria biasanya bermula dari rambut yang menipis dan mudah rontok lalu lama kelamaan membentuk kebotakan yang menyerupai tapal kuda. Kebotakan kadang membuat beberapa orang menjadi kurang percaya diri. Tetapi sekarang, mungkin pria tidak akan terlalu panik dan begitu mengkhawatirkannya. Mengapa?

Penyebab kebotakan pada pria, seperti yang telah dokter percayai selama ini, ditemukan pada kumpulan sel induk yang normalnya berada di setiap folikel rambut (bagian dari kulit sebagai tempat tumbuhnya rambut). Selama sel tersebut sehat dan banyak maka begitu juga dengan rambut. Ketika mereka menghilang maka rambut juga akan menghilang. Tetapi menurut penelitian terbaru yang diterbitkan 4 Januari lalu dalam Journal of Clinical Investigation, menyatakan bahwa sebenarnya ada hal lain yang juga berpengaruh.

Para peneliti dari Universitas Pennsylvania meneliti bagian yang dibuang dari kulit kepala 54 laki-laki, yang akan menjalani transplantasi rambut.  Hampir semuanya melakukan pengobatan untuk memperlambat kebotakannya. Contoh kulit kepala dari semua pasien dipecah menjadi dua grup: 1. Kulit kepala yang sudah tak memiliki rambut sama sekali dan 2. Kulit kepala dengan rambut yang masih tersisa. Peneliti menemukan bahwa dalam kedua grup tersebut terdapat jumlah sel induk yang sama dalam folikel rambut, dan itu merupakan kabar besar bagi dunia kebotakan. 

Berdasarkan penelitian biasanya, sel induk dalam setiap folikel berubah menjadi sel progenitor, yang pada gilirannya menghasilkan helai rambut yang tebal. Jika sel induk entah bagaimana terhambat untuk berubah menjadi sel progenitor, maka tidak ada rambut yang dihasilkan.

Jika saja para peneliti dapat menemukan cara untuk memaksakan sel induk berkembang dan lalu berubah menjadi sel progenitor, maka kebotakan dapat menjadi sejarah. Tapi menurut Dr. George Cotsarelis, ketua Departemen Dermatologi di Penn’s School of Medicine dan rekan penulis penelitian ini memperingatkan bahwa masih terlalu dini bagi pria untuk melupakan pengobatan lainnya. Pengobatan ini masih perlu penelitian yang panjang. Sampai saat itu, perawatan dan pencegahan adalah cara yang terbaik.

(Berbagai sumber)

SHARE