Menjadi Aktor yang Baik

0
31

.Anak harus dididik menjadi seorang aktor atau aktris. Ajarkan padanya bagaimana memainkan watak dan peran dengan baik untuk menutupi apa yang sebenarnya dia rasakan atau pikirkan. Kadang perasaan tidak selalu baik jika diungkapkan apa adanya. Akan lebih baik jika si kecil dapat menahan diri dan mengekspresikannya nanti. Sedikit mengurangi kejujuran penting dilakukan untuk menghargai dan menjaga perasaan orang lain. Ini namanya bersikap sopan.

Untuk Anda yang memiliki anak yang masih sangat kecil dan belum masuk sekolah dasar, maka ajarkan dia bagaimana mengendalikan perasaannya. Bantu si kecil untuk belajar tidak mengucapkan, “Aku tidak mau mendapat kado kaos kaki di hari ulang tahunku!” Sebaliknya, katakan padanya untuk selalu mengucapkan ‘terima kasih’ saat diberi kado oleh seseorang. Apa pun isi hadiah tersebut, suka atau tidak, anak harus berterima kasih. Anda dapat menambahkan alasan yang kuat untuk mendukung pernyataan ini, misal karena tante A telah bersusah payah mencari barang yang mungkin akan disukai oleh si kecil. Setelah memberikannya pemahaman, bukalah kesempatan baginya untuk mengemukakan apa yang sebenarnya ia inginkan untuk hadiah ulang tahunnya.

Bagi anak yang sudah duduk di bangku sekolah dasar, mungkin kasusnya akan berbeda. Beberapa anak suka menjahili dan menggoda teman-temannya. Saat-saat seperti inilah, si kecil harus mampu menahan diri agar tidak terlihat terpancing emosi kala dilecehkan. Tidak menunjukkan rasa kesal dengan terlihat tidak tertarik dan menyingkir dari tempat tersebut akan membuat anak-anak nakal tersebut bosan dan berhenti meledeknya. Kasus lain, mungkin seorang teman menanyakan pendapatnya mengenai rambut baru sang teman. Akan sangat menyakitkan bila si kecil menjawab spontan, “Jelek!” Anak harus mulai belajar memberikan jawaban ‘palsu’, “Lumayan,” atau “Bagus, kok!” Lebih bagus lagi, bila ia bisa menambahkan komentar yang membangun dengan pendekatan empati, seperti, “Bagus. Tapi aku suka banget waktu kemarin kamu pakai poni.”

Meski berbohong, si kecil harus bisa membedakan kebohongan untuk kebaikan dan kebohongan yang tidak baik. Anak tidak akan sopan lagi, bila saat ditanya apa ia sudah mengerjakan PR dan ia menjawab ‘sudah’, padahal belum. Hati-hati mengajarkan anak untuk bertutur kata lembut dan sopan dengan mengucapkan sedikit kebohongan untuk menjaga perasaan orang lain. Jangan sampai ia berpikir, bahwa segala bentuk kebohongan adalah hal yang baik untuk dilakukan.

(Berbagai sumber)

SHARE