Wishlist Menkominfo RI Kepada RIM

0
30

.Awal minggu ini jagat maya diributkan dengan permintaan Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring yang ingin memblokir layanan BlackBerry dari Research In Motion. Masyarakat yang me-follow beliau segera bereaksi dengan memberikan kritik, komentar pedas bahkan hujatan kepada Ketua Partai Keadilan Sejahtera tersebut. Menteri yang pernah membuat kontroversi karena bersalaman dengan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama ini menanggapi kritikan dan hujatan tersebut dengan tetap tenang dan bersikap seperti biasa.

Sebagian besar masyarakat tidak terima dengan keinginan sang menteri, terlebih saat alasan yang beredar adalah demi pemblokiran pornografi. Batas yang tipis dan masih sangat susah dipahami. Banyak yang merasa dirugikan dengan rencana pemblokiran RIM tersebut karena masyarakat sudah menikmati kelancaran komunikasi karena bantuan RIM. Hingga kini bahkan ditengarai banyak media yang salah persepsi memberitakan
keinginan sang menteri, sehingga beliau banyak dihujat melalui akun Twitter-nya. Namun benarkah ini hanya karena pornografi? Sebenarnya, apa fakta yang coba diajukan sang menteri?

Sebelum memaparkan wishlist Tifatul Sembiring, mari kita mencoba melihat apa yang terjadi dengan permasalahan RIM di beberapa negara yang lain. Ternyata ada 3 negara yaitu India, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang sebelumnya juga melakukan pemblokiran terhadap RIM karena tidak mau membuka server di negaranya. Pemblokiran ini jadi hal yang penting, karena negara tidak bisa mengakses informasi dan database dari RIM. Padahal RIM punya segala data lalu lalang informasi dari yang tidak penting hingga yang maha penting mengenai negara tersebut.

Karena tidak mau membangun server di negara-negara tersebut, India, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tidak bisa mengakses data dari RIM, padahal banyak diantaranya yang berkaitan dengan masalah keamanan negara. Disinyalir hanya Amerika dan Kanada yang bisa mengakses server RIM, seperti yang diberitakan oleh Times of India.

Kini mari kita lihat lagi tweet Pak Menteri yang menjelaskan keinginannya tersebut melalui timeline Twitter-nya @tifsembiring:

1. Tweeps yg budiman, berikut saya akan jelaskan beberapa hal terkait kontroversi peringatan kpd RIM yg mengoperasikan Black Berry di INA
2. Data Pakar IT: ada 3 juta pelanggan RIM/BB di Indonesia. 2 jt resmi dan 1 jt black market.
3. Dg rata2 menagih $ 7 USD/org/bulan. RIM menangguk pemasukan bersih Rp 189 Milyar/bln atau RP 2,268 Trilyun/thn. Uang rakyat INA utk RIM
4. CATAT : RIM Tanpa bayar pajak sepeserpun kepada RI, tanpa bangun infrastruktur jaringan apapun di RI. Seluruh jaringan adalah milik 6 operator di INA.
5. Salahkah kita meminta “JATAH” buat NKRI spt. Tenaga Kerja, konten lokal, hormati dan patuhi ketentuan Hukum dan UU di RI yg berdaulat ini
6. Semua operator yg lain sudah menjalankan dan mematuhi UU dan peraturan RI, spt: bayar BHP frekw, pajak, rekrut naker, CSR, bantu korban2
7… Merapi, korban Mentawai, korban Wasior, bencana2 lainnya dan blokir pornografi.
8. Kelirukah kita jika minta RIM menjalankan UU dan aturan yg sama? Apakah RIM perlu diberi keistimewaan dan perkecualian?
9. Saya sdh baca komentar2, haruskah kita selalu me-runduk2 kpd asing? Arogankah kalau mengingatkan asing agr hormati hukum dan UU di INA.
10. Ini u/kepentingan yg lebih luas. Diberi sepotong “kue kecil” lantas mati2an bela asing. Minta hak yg besar u/ bangsa yg terhormat ini.

Melihat berita yang berkembang, hingga kini masih terjadi simpang siur berita dan reaksi dari masyarakat. Apakah ini pengalihan situasi, atau memang bentuk permasalahan rakyat-pemerintah? Ghiboo berharap Anda bisa lebih menggali masalah dengan mendalam, hingga kemudian menentukan sikap yang terbaik demi bangsa kita.


(ghiboo)

SHARE