The Changcuters, Band Fesyen-Sebel Bernyanyi Parampampam

0
60

.Rabu, 12 Januari 2011 kemarin, Ghiboo sempat bertemu dengan para personil dan sedikit berbincang-bincang dengan para personil The Changcuters (TC). Pertemuan yang diadakan di rumah makan Harum Manis, Jakarta Selatan tersebut diadakan dalam rangka launching single terbaru mereka di tahun 2011 ini. Tidak hanya merilis single baru, anak-anak Bandung tersebut mengumumkan ‘jati diri’ baru mereka kepada masyarakat. Seperti apa The Changcuters sekarang? Berikut obrolan ringan Ghiboo dengan Tria (Ta), Qibil (Qi), Dipa (D), Alda (A), dan Erick (E) dengan khas canda tawa mereka.

Selamat, ya, sudah rilis single terbaru. Saya lihat sekarang penampilan kalian sangat berbeda. Mengapa menunggu tahun 2011, baru mengganti image?

Ta: Changcuters memang baru sekarang ganti baju. Dari dulu bajunya cuma satu, itu mulu, enggak pernah ganti hahahaha. Sekarang baru kita punya baju baru hahaha. Ya, kita, kan, mengeluarkan single dulu baru album. Penginnya, sih, tiap ganti (rilis) album dan mungkin juga tiap ganti (rilis) single, kita juga ganti image (ganti penampilan). Biar matching gitu

Biasanya ajang melempar single sebelum album itu, kan, hanya dilakukan oleh musisi baru untuk tes pasar, kenapa kalian juga melakukan hal ini? The Changcuters, kan, band besar?

Ta: Ih, siapa bilang kita tes pasar? Tes mall, tahu… The Changcuters mainnya ke mall, bukan pasar.
TC: Hahahahaa!!!
Ta: Ya, kalau rilisnya langsung album, kan, enggak seru. Ketemu sekali, udah (tidak bertemu lagi). Kalau The Changcuters keluarin single dulu, kan, kita bisa saling ketemu, makan-makan… Nanti keluar album, makan-makan lagi! Enak, kan? Hahahaa! Single ini, kan, sebagai bahan promo (album) kita nanti. Supaya enggak bertumpuk (langsung mengeluarkan album), kita bikin banyak proyek.

Saya dengar tadi di tengah-tengah lagu dari single terbaru kalian, Parampampam, ada sisipan jingle ataupun nada dering khas vendor seluler tertentu. Apa ada maksud tertentu dengan menyisipkan jingle tersebut?

Ta: Kita ini bosan dibilang orang, oh, lagu ini mirip sama lagu itu, ya? Sekali-sekali, dong (membuat lagu supaya orang berkomentar), oh, lagu ini mirip sama jingle itu, ya?
TC: Hahahahahahaha!

Penampilan kalian memang banyak berubah sekarang, namun dari segi musik, sepertinya tidak banyak berubah. Lagu Parampampam itu ringan, ya?

TC: Hahahaa…
Qi: Yang penting laku RBT-nya lah, kan cuma itu tujuannya hahahahhaa!
Ta: Hahaha wah, jangan vulgar gitu, dong… Bener, sih hahahaha. Sebenarnya, single Parampampam bisa dibilang (menjadi lagu) yang paling ringan. Sengaja dibuat ringan, fun. Tapi kita masukkan pesan di dalamnya, supaya belajar bahasa Inggris hahaha! Ada dua dialog (bahasa) di dalamnya. Kita bukan tidak mencintai bahasa sendiri. Orang ngomong bahasa Indonesia juga masih sering salah hehehe, tapi menjelang globalisasi, (Indonesia) jangan kalah sama (bangsa) yang lain.

Apa yang ingin ditampilkan dari The Changcuters dengan pemilihan kostum (baju) yang kalian pakai sekarang ini?

Qi: Selama ini orang selalu menganggap Changcuters identik dengan celana ketat. Salah besar! Changcuters identik dengan fesyen!
Ta: Kita ini fashionable (tertawa). Fesyen-sebel gitu. Nggak fesyen (baca: tidak fashionable), (jadi) sebel (menimpali dengan gaya centil).
TC: Hahahaaha!!

Apa dengan imej baru ini berarti kalian akan konsisten mengenakan kostum tersebut selama promo?

Ta: Oh, enggak, dong! Nanti kita tiap promo, ganti imej. Tiap ganti single, ganti album, (juga) ganti imej. Tiga sampai enam bulan awal kita akan selalu beli baju baru. Nah, enam bulan terakhir, kita akan banyak-banyakin (sering) mix and match baju hahahaha! Udah audit, cuy! Lu kira ganti kostum, enggak mahal?
TC: Hahahahaha!

Darimana ide pemilihan baju dan identitas kalian sekarang ini?

Qi: Brainstorming. Biasanya (orang) yang melakukan research dan development itu saya. Tapi ide berasal dari kita semua, lewat brainstorming itu. Ini fashion dari era 20-an sampai 50-an, terus kita padukan dengan (gaya) sekarang.
Ta: Fesyen itu, kan, selalu kembali.
Qi: Kita tidak memiliki hair stylist. Rambut-rambut klimis ini kita sendiri, lho, yang buat… Hahahahaha.

Kalian lebih menonjolkan fesyen, sedang musik tidak terlalu berubah. Sebenarnya kalian ingin masyarakat menilai The Changcuters sebagai trendsetter dalam hal fesyen atau musik?

Qi: Terserah media saja. Kita lempar ke media aja, mau bilang kita sebagai trendsetter di musik ataupun fesyen.
Ta: Dari awal kita juga sudah komit (berkomitmen), The Changcuters akan menjadi band perform (baca: band yang menjual kualitas audio dan visual).

Tadi kalian sebutkan, bahwa ide berasal dari brainstorming. Inspirasinya sendiri datang dari mana, nih?

Ta: Munculnya, sih, sebenarnya, waktu kita main-main ke USS-Universal Studios Singapore, ya? (bertanya kepada teman-temannya). Ternyata gaya-gaya seperti itu di-boadway-kan. Mereka bisa menyanyi, berakting, sekaligus menari. Memang susah, tapi kita ingin seperti itu. Nah, seperti sekarang, ini gue lagi akting, nih! Hahahaha. Kalau untuk inspirasi dari film, tentu saja banyak mengambil dari Public Enemy-John Dillinger.

Bincang-bincang yang disertai ‘kram’ perut akibat kekonyolan para personilnya tersebut ditutup oleh kepiawaian bermusik The Changcuters dengan penampilan akustik membawakan lagu Parampampam. The Changcuters membuktikan secara nyata, bahwa mereka memang entertainer sejati. Sangat menghibur! Wajar, bila para Changcut Rangers jatuh hati. Sukses untuk Parampampam dan album terbaru The Changcuters yang diprediksi akan keluar pada Maret-April 2011 nanti!

(Ghiboo)

SHARE