Ayo, Tambah Porsi Tertawa Anda!!

0
23

.Mendengarkan suara tawa, atau melihat orang tertawa, adalah salah satu hal menyenangkan yang bisa kita nikmati, tentu saja selama bukan kita yang menjadi bahan tertawaannya. Tertawa itu bagus, dan Dr. Lee Berk dari Loma University California menyarankan Anda agar menambah lebih banyak lagi porsi tawa dalam hidup Anda.

Menurut Dr. Lee Berk, tertawa lepas adalah salah satu latihan terbaik yang bisa Anda lakukan kapan saja. Bukan jenis latihan yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan, namun justru untuk meningkatkan nafsu makan. Para ahli telah lama mengetahui bahwa tertawa riang bisa memacu sistem kekebalan tubuh, menurunkan kolesterol dan tekanan darah, serta mengurangi stress. Dan dari penelitian yang telah dilakukan oleh Dr. Lee Berk, kenaikan tingkat ghrelin dalam tubuh yang dihasilkan oleh sebuah tawa yang lepas sama jumlahnya dengan yang dihasilkan oleh sebuah sesi latihan di tempat kebugaran. Dalam dunia kedokteran, ghrelin dikenal sebagai salah satu jenis hormon
alami tubuh yang berfungsi sebagai pengatur rasa lapar. Tingkat ghrelin
yang mengalami kenaikan akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh
sedang bekerja dan mengkonsumsi energi, sehingga membutuhkan asupan
energi baru untuk menggantikan energi yang telah dibakar. Dari proses
inilah rasa lapar kita dapatkan.

Ahli psychoneuro-immunologis asal Amerika ini mengikutsertakan 14 partisipan dalam penelitiannya dan masing-masing disuguhi sebuah tayangan komedi televisi dalam dosis 20 menit. Dari perbandingan hasil pengujian sebelum dan sesudah menonton tayangan komedi, ternyata kadar ghrelin dalam darah pasian yang telah tertawa lepas mengalami peningkatan yang signifikan. Test lain juga telah dilakukan, namun kali ini para partisipan disuguhi dengan tayangan drama Saving Private Ryan, dan hasil yang didapat justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Dari hasil studi ini, Dr. Lee Berk menyimpulkan bahwa tertawa sangat baik bagi tubuh Anda dan terapi tawa sangat bermanfaat sebagai salah satu bentuk tretment tambahan bagi para pasien pengidap depresi dan penyakit akut agar mereka tetap dapat mempertahankan nafsu makan dan kesehatannya.

(Berbagai sumber)

SHARE