Berkompetisi Dengan Sehat

0
43

.Anak penuh dengan rasa iri dan cemburu, karena kakaknya dipuji setelah mendapatkan juara pertama dalam lomba matematika. Si kecil menjadi tambah uring-uringan ketika di sekolah mengetahui dirinya tidak terpilih menjadi ketua kelas. Jangan memarahinya ketika buah hati dipenuhi perasan-perasaan negatif tersebut. Sekedar informasi, rasa cemburu dan irinya tersebut dapat berubah menjadi hal positif yang menunjang perkembangan pribadinya ke arah yang lebih baik.

Tumbuhkan sikap kompetitif dalam dirinya. Biarkan ia bersaing dan berlomba-lomba menjadi yang terbaik di antara teman-teman dan saudara-saudaranya. Keinginan untuk bersaing membuatnya selalu memiliki mimpi baru dan masa depan yang lebih baik dari keadaannya saat ini.

Bayangkan jika seseorang tidak lagi memiliki keinginan ataupun rasa iri terhadap sesuatu, hidupnya akan statis dan tidak mengalami perubahan apa pun. Mungkin untuk beberapa orang, hal ini dirasa bagus untuk mendapatkan ketenangan hidup. Namun bagi orang-orang di masa produktif, jiwanya harus dipupuk agar menggebu-gebu dari kecil, sehingga semangatnya untuk berkarya dan melangkah maju tidak pernah padam.

Satu hal yang perlu Anda catat, ada banyak cara untuk bersaing. Khusus untuk si kecil, ajarkan dia berkompetisi secara sehat. Kecurangan, bermain belakang, dan menjatuhkan lawan secara tidak adil tidaklah benar. Untuk bisa menang dalam kompetisi menjadi juara satu di kelas, misal, minta dan dukung anak untuk selalu giat belajar. Ingatkan dia agar tidak pernah mencontek! Berkompetisi secara tidak sehat hanya akan menipu diri sendiri dan tidak seharusnya si kecil bangga akan hal itu.

Bersaing dengan sportif termasuk hal yang tidak boleh dilupakan. Ikuti aturan main yang ditentukan dan contohkan pada buah hati, bagaimana caranya berlapang dada di saat harus menerima kekalahan dan mengakui kehebatan lawan. Langkah ini juga harus diikuti dengan menerima ‘ajaran’ dan kritikan orang lain, sehingga ke depannya, si kecil tidak akan lagi mengalami kekalahan.

Ternyata, rasa iri tidak selalu jelek, ya?

(Berbagai sumber)

SHARE