Keuangan, Beban Baru Calon Istri Pangeran Inggris

0
30

.Meski akan menjadi calon ratu Inggris, Kate Middleton justru akan mendapat banyak permasalahan keuangan. Bukan kekurangan ekonomi, namun ia akan dihadapkan oleh banyak tanggung jawab baru yang besar untuk mengatur berbagai macam biaya.

Tanggung jawab pertama yang harus dipikirkan olehnya adalah biaya pernikahannya nanti. Menurut tradisi, pembagian biaya pernikahan pada umumnya akan lebih banyak ditanggung oleh pihak keluarga perempuan. Hal ini akan menjadi sangat berat, karena Kate akan menikahi seorang pangeran. Pihak resmi kerajaan mengumumkan bahwa pernikahan mereka akan dilaksakan di Westminster Abbey pada Jumat, 29 April 2011 mendatang. Tingkat keamanan yang tinggi menjadi salah satu syarat dan ini berarti permulaan dari pembengkakan biaya bagi pujaan hati pangeran William tersebut.

Tradisi yang ‘memberatkan ini sepertinya akan diringankan oleh ketentuan hukum (preseden) yang menetapkan, bahwa kerajaan keluarga akan membiayai pernikahan tersebut, sama seperti pernikahan pangeran dan putri Wales (1991) serta pernikahan putri Elizabeth dan pangeran Philip (1947) lalu. Meski demikian, keluarga Middleton tetap akan berkontribusi terhadap biaya pernikahan ini nantinya.

Masalah keuangan berikutnya adalah apakah kekasih pangeran Inggris tersebut akan tetap memiliki uang atas namanya sendiri? Tentu saja. Meski telah menikah, Kate tetap akan berhak memiliki dana dan akun atas nama pribadi di bank.

Hal ini juga terjadi pada calon neneknya, ratu Elizabeth. Anehnya, meski berhak memiliki dan mengambil uangnya sendiri di ATM yang tersedia di istana Buckingham dan di mana pun, secara harafiah, sang ratu tidak pernah mengambilnya sendiri. Ia memiliki asisten untuk melakukan ‘pekerjaan’ tersebut. Lebih lanjut mengenai ratu Elizabeth, dikatakan bahwa ia tidak pernah membawa uang cash di tasnya. Tas tersebut hanya penuh dengan foto keluarga dan jimat keberuntungan. Mungkinkah Kate juga akan seperti itu nanti?

Berhak memiliki uang dan akun bank, bukan berarti berhak berkarir. Ya, seperti kebanyakan first lady di Amerika, Kate Middleton harus siap sedia mencurahkan seluruh waktu dan tenaga untuk mendukung suaminya sebagai pangeran utama Inggris. Pekerjaan sebelumnya dalam bidang fesyen, fotografi, dan lain-lain terpaksa dihentikan, namun tidak ditinggalkan, karena ia tetap boleh menjalaninya sebagai hobi.

Menjadi putri kerajaan tentu akan berlimpah rezeki dan harta. Kate berhak membeli apa saja yang inginkan, berapa pun harganya. Permasalahannya bukan apakah ia mampu membeli barang-barang tersebut atau tidak, namun apakah hal ini akan mempengaruhi ‘penilaiannya’ di mata anggota keluarga kerajaan yang lain? Seperti yang telah menjadi kasak-kusuk masyarakat dunia, bahwa merebut hati dan pengakuan dari para anggota kerajaan tidaklah mudah. Lady Diana mungkin bisa menjadi salah satu contoh seorang mantan anggota kerajaan Inggris yang ‘tidak diakui’. Sebaliknya, ratu Eizabeth berhasil masuk ke tengah-tengah keluarga Inggris dengan sempurna, berkat sifatnya yang hemat. Akankah Kate Middleton mengikuti jejak sang ratu untuk tidak boros demi sebuah ‘pengakuan’ atau ia akan seperti Lady Diana yang tetap menjadi diri sendiri di tengah-tengah rimba kerajaan Inggris? Well, Kate, welcome to the jungle

(Berbagai sumber)

SHARE