Cinta Dalam Sepotong Komik

0
45

.Sepanjang sejarah peradaban manusia, gambar ilustrasi adalah salah satu karya seni yang mempunyai evolusi serta dampak yang signifikan dalam kebudayaan. Tak terkecuali komik.

Sama seperti film dan animasi, komik merupakan salah satu bentuk hasil budaya abad 19 yang menggabungkan gambar dan teks, serta sangat menikmati lompatan teknologi yang diawali sejak zaman revolusi industri. Meskipun baru menemukan bentuk patennya di akhir abad 19, namun praktik pembuatannya sendiri ternyata sudah ada dari berabad-abad yang lalu. Pilar Troya yang ada di Roma adalah salah satu buktinya. Kisah epik yang dituangkan dalam bentuk ukiran yang menggabungkan gambar dan cerita ini dibuat sekitar tahun 113. Bangsa besar lainnya -seperti Mesir dan Yunani- juga memiliki bentuk komiknya sendiri yang dituangkan di dinding piramid, papirus, maupun berbagai naskah kuno.

Dalam satu sudut, komik dan kartun dapat dilihat sebagai sebuah medium yang merekam berbagai dialog dan isu yang berlangsung dalam kehidupan manusia di suatu waktu, baik dalam konteks sosial, budaya, filosofis, maupun politik. Komik dan kartun juga mampu merekam, mengabadikan, dan menceritakan sejarah. Ukiran di Candi Borobudur, Pilar Troya, ukiran di Piramid dan naskah kuno adalah buktinya. Para ahli sejarah menikmati komik kuno ini sebagai artifak yang mencerahkan, sementara masyarakat modern menikmati komik modern sebagai sebuah bentuk hiburan.

Ketika kita membahas tentang komik, mungkin ingatan kita akan langsung terbawa menuju negeri Sakura, mengingat Jepang sejak lama telah dikenal sebagai salah satu negara pionir industri komik modern. Yah, Jepang adalah kartel komik yang luar biasa. Namun kita juga tidak bisa menyepelekan Amerika. Sosok Superman dengan muka kotak dan rahang kokohnya serta sosok Archie yang preppy telah memberikan kontribusi tersendiri bagi kehidupan dan kebudayaan masyarakat dunia.

Mekah-nya komik di Amerika ada di sebuah gedung bernama MoCCA, atau The Museum of Comic and Cartoon Art, yang berlokasi di 594 Broadway, New York. Gedung ini melakukan tanggung jawabnya sebagai bagian dari peradaban manusia dengan mengoleksi, merawat, mendidik, dan memajang berbagai karya seni kartun dan komik di Amerika. Hampir semua genre ada di sini, termasuk animasi, anime, kartun, buku komik, comic strips, humor ilustrasi, ilustrasi politik, kartun editorial, karikatur, dan semua yang bisa Anda sebutkan. Salah satu hal yang menjadi obsesi dari MoCCA adalah menyuguhkan sebuah bentuk pemahaman dan apresiasi pada masyarakat tentang bentuk karya seni yang berupa kartun dan komik, serta dampak yang telah dihasilkannya bagi kebudayaan. Setiap tahunnya MoCCA selalu menggelar sebuah acara yang populer dengan nama MoCCA Art Festival. Kegiatan independen ini dimulai ketika di tahun 2002 mereka mempertemukan sekitar  2,000 orang yang terdiri dari artis, publisher, editor, dan penikmat komik. Sejak saat itu MoCCA Art Festival menjadi sebuah acara tahunan yang dinanti-nantikan.

Sebuah kabar menyenangkan datang menghampiri para pecinta komik ketika MoCCA mengumumkan rencana pembangunan gedung baru mereka. Gedung 8 lantai yang tentunya akan lebih berjiwa komik ini direncanakan berlokasi di sebuah area seluas 1.300 m2 di kawasan Manhattan yang akan diramaikan oleh kehadiran sebuah galeri, ruang kelas, cafe, retail, teater, lab komputer, kantor, arsip, bengkel kreatif, perpustakaan, serta sebuah ruang konvensi. Bentuknya akan terlihat mencolok dan ikonik, dengan fungsi utama untuk menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Sebuah kabar baik karena ini berarti kita mempunyai satu lagi destinasi potensial ketika berkunjung ke New York nanti. Well, good job MoCCA. Keep it up!

(Berbagai sumber)

SHARE