SMA Horikosihi Gakuen, Aturan Ketat!

0
118

.Meski fleksibel, bukan berarti sekolah ini sangat bebas dan tidak mempunyai aturan. Jangan salah. Aturan di Horikoshi Gakuen justru sangat ketat. Meski Jepang sangat maju dalam hal teknologi, penggunaan telepon genggam (handphone) tidak diperkenankan di sini. Handphone hanya boleh digunakan pada waktu-waktu tertentu saja.

Sekolah tidak memperbolehkan siswanya untuk berpacaran. Bila pihak sekolah mengetahui anak Anda memiliki hubungan khusus dengan teman sekolahnya, dia akan diminta putus. Enak, kan? Anda tidak perlu repot mengawasi pergaulannnya lagi. Selain itu mereka tidak boleh berbicara dengan teman lain jenis di dalam sekolah, tanpa alasan yang kuat. Guru akan memperingatkan bila hal ini terjadi.

Perlindungan, eksklusifitas, dan privacy menjadi ‘hal’ mahal yang harus dibayar para siswa selain fasilitas-fasilitas modern lain sebagai penunjang akademis. Untuk itu, sekolah menyediakan CCTV. Banyak idola, artis, orang terkenal, dan anak orang kaya di sekolah ini. Tentu sekolah tidak mau kehilangan reputasi, bila terjadi sesuatu pada anak didiknya.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, untuk menyesuaikan jadwal murid dan untuk melindungi privacy-nya, imbalannya sangat besar. Itulah sebabnya biaya sekolah untuk siswa kelas Trait (artis) sangatlah mahal.

Masalah kesehatan juga sangat diperhatikan pihak sekolah. Siswa tidak boleh membeli snack (makanan kecil) di dalam sekolah dan pada perjalanan pulang. Snack tidak boleh dimakan di sana. Bila tertangkap melanggar, akan dikenakan denda atau ditahan. Bila tidak boleh dimakan, apa mungkin boleh dijual?

Aturan yang satu ini hanya khusus diberlakukan di kelas Trait. Siswa boleh mewarnai rambutnya, namun sebelumnya mereka harus mengisi formulir terlebih dahulu. Dalam formulir harus jelas diterangkan, dari dan sampai kapan rambut akan berwarna (selain hitam). Setelah tenggat waktu yang ditentukan sendiri oleh sang siswa, ia harus kembali membuat rambutnya berwarna hitam.

Para artis tersebut akan diawasi guru yang bertugas sebagai pengawal (bodyguard). Meski demikian, mereka diperbolehkan membawa pengawal sendiri. Siswa kelas reguler (kelas untuk murid-murid yang menuju universitas) sekalipun tidak akan pernah bisa berbicara dengan siswa atlit dan artis, baik saat istirahat ataupun di luar sekolah. Pelanggaran aturan ini akan dikenakan denda, ditahan, bahkan dikeluarkan.

Setiap pagi, artis dan idola-idola tersebut akan tiba ke sekolah menggunakan mobil, sementara para pengawal mereka masing-masing sudah siap menunggu di luar kelas. Pengawal akan menemani mereka setiap saat, termasuk pada jam istirahat. Sang pengawal hanya mengizinkan ‘majikan-nya’ berbicara dengan teman sekelas atau orang yang bekerja dengan sang artis. Untuk melihat pembagian kelas, tunggu ulasan mengenai SMA Horikosihi Gakuen berikutnya!

(Berbagai sumber)

SHARE