Gadis 12 th Kekurangan Vitamin D Karena Kelebihan Krim Matahari

0
50

.Tinggal di pantai mungkin dambaan hampir semua orang. Keluar rumah langsung bisa bermain di pantai dan berenang ke laut. Namun pastikan Anda menggunakan krim matahari dan jangan terlalu berlebihan.

Seorang ibu bernama Lisa Attrill membuat kesalahan yang cukup fatal karena selalu memakaikan krim matahari yang terlampau banyak kepada putrinya yang berusia 12 tahun. Niatnya kepada Tyler memang baik, yaitu untuk melindungi kulit putrinya dari pancaran sinar matahari yang menyengat di siang bolong.

Akibat tindakannya tersebut, putrinya mengalami kekurangan vitamin D dan menyebabkan penyakit tulang rakhitis. Gara-gara menggunakan krim matahari faktor-50 terlalu banyak kulitnya pun tidak menerima pasokan vitamin D dari sang surya yang sebenarnya juga dibutuhkan oleh tubuh kita.

Penyakit Tyler didiagnosa pada bulan Nopember setelah dilakukan berbagai tes untuk menentukan mengapa proses penyembuhannya setelah operasi pinggul memakan waktu yang lama. Dia juga sering merasakan nyeri dan sakit di pahanya.

Sejak itu Tyler selalu diberikan asupan multi-vitamin untuk menutupi kekurangan vitamin D.

Lisa, sang ibu seorang perawat kesehatan selalu mengatakan putri dan putranya Ben, 10 tahun, suka bermain diluar rumah mereka di Sandown, Pulau Wight dan selalu menggunakan krim matahari di cuaca yang panas.

‘Kami tinggal ditepi pantai, jadi Tyler selalu bermain diluar setiap hari bersama temannya selama musim panas,’ katanya.

Tyler merasakan kakinya sakit dan sangat berat, rasanya tidak bisa menggerakkannya. Tubuhnya pun merasa sakit dan gatal.

Berkat kasus Tyler, para ahli kesehatan pun segera menyarankan orang-orang untuk menghabiskan waktu 15 menit sehari ditengah hari bolong tanpa krim matahari selama tiga kali seminggu untuk meningkatkan kandungan vitamin D.

Rakhitis adalah penyakit langka disebabkan kurangnya pasokan vitamin D sehingga tulang menjadi lunak dan lemah. Pada kasus yang terburuk, bisa menyebabkan patah tulang dan membungkuknya tulang belakang.

Tubuh mendapatkan vitamin D sebanyak 80% dari proses kimia yang terjadi ketika sinar matahari diserap oleh kulit. Selain itu vitamin D juga bisa didapatkan melalui minyak ikan, kuning telur dan hati.

Penyakit ini umum terjadi 100 tahun yang lalu selama era Revolusi Industri. Ketika itu jarang sekali orang yang berdiet dan kota-kota diselimuti oleh kabut tebal sehingga sinar matahari terhalang.
Penyakit tersebut hilang sendirinya di tahun 1940-an sejak vitamin D ditambahkan ke berbagai makanan seperti sarapan pada sereal dan margarin. Tahun 1946, Pemerintah memerintahkan semua sekolah untuk memberikan susu gratis kepada murid-murid untuk meningkatkan asupan kalsium dan mengurangi risiko rakhitis.

Berdasarkan penelitian, satu dari 1000 anak didiagnosa menderita rakhitis, meskipun sebenarnya paling tidak ada 70% menderita kekurangan vitamin D.

Tyler mulai menderita sejak tiga tahun lalu setelah dia menjalani dua operasi peletakan ulang tulang pinggulnya.
 
Ibunya mengatakan mereka sudah bolak-balik rumah sakit bertahun-tahun tapi baru bulan Nopember lalu pihak rumah sakit menyarankan tes untuk kekurangan vitamin. Mereka beruntung sekali bisa mendeteksi secara dini sebelum penyakitnya menjadi rakhitis.

(Berbagai sumber)

SHARE