Keuntungan Tinggal Bersama Pasangan

0
75

.Kegagalan pernikahan banyak disebabkan oleh mereka yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan sifat dan kebiasaan pasangannya sehari-hari. Tinggal bersama pasangan bisa menjadi solusinya. Memang benar, bahwa Anda tinggal di negara belahan timur. Tidak salah juga, bila tinggal seatap, sekamar, atau serumah dengan pasangan sebelum resmi menikah adalah tidak sesuai dengan norma-norma dan budaya yang berlaku. Gaya berpacaran seperti ini hanya wajar dimaklumi di negara-negara barat sana. Mengapa orang barat memaklumi perilaku seperti ini?

Salah satu sebabnya adalah ‘perceraian’. Seorang warga negara Belanda pernah mengungkapkan untuk lebih memilih tinggal bersama kekasihnya, dibanding menikah. Wajar, karena pernikahan sangat mahal di negaranya. Hal ini belum seberapa dibanding beban biaya yang harus ditanggungnya bila mereka bercerai, seperti biaya pengacara, tunjangan anak, tunjangan istri, dan sebagainya. Oleh sebab itu, angka pernikahan di Eropa sangatlah kecil, begitu pula angka perceraian. Tinggal bersama adalah pilihan yang paling ‘aman’. Berbeda dengan Indonesia, yang meski sudah ada peraturan tentang tunjangan kepada anak saat bercerai, namun faktanya tidak berjalan sempurna. Hukum yang mudah digoyahkan dan lembeknya peraturan membuat orang mudah lolos dari tanggung jawab. Hasilnya? Orang mudah dan tidak takut kawin-cerai berkali-kali.

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita sama-sama mengesampingkan terlebih dahulu pandangan agama, norma, dan adat istiadat. Dengan opini netral, Ghiboo akan mencoba memaparkan beberapa keuntungan tinggal bersama bagi kelancaran hubungan percintaan Anda.

Seperti sebuah perusahaan mempekerjakan karyawan baru, karyawan tersebut harus mampu lulus melewati ‘ujian praktek’ selama kurang lebih tiga bulan dalam masa probation. Anggap pilihan Anda tinggal bersama pasangan sebagai uji coba sebelum menikah. Karakter orang yang sebenarnya baru akan terkuak bila Anda bersamanya 24 jam setiap hari. Bila selama ini pasangan selalu memikat hati dengan menceritakan bahwa ia seseorang yang perhatian, penyabar, rajin, dan masih banyak lagi, maka saat tinggal bersama, Anda tinggal menungggu dan melihat bukti nyatanya. Apa pasangan benar seperti apa yang diceritakannya selama ini?

Selain itu, tinggal serumah akan membuat Anda berdua memiliki waktu lebih banyak untuk beradaptasi dengan masing-masing kebiasaan yang menurut Anda sangat mengganggu. Contoh, Anda orang seorang perokok berat dan berantakan, sedang pasangan adalah orang yang sangat rapi dan membenci asap rokok. ‘Nikmati’ hari-hari bersamanya dengan saling mengutuk, karena Anda tidak diperbolehkan merokok di dalam rumah, karena Anda tidak menjemur lagi handuk basah yang baru saja Anda gunakan, dan lain-lain. Duri-duri dalam hubungan seperti ini tidak akan terasa penting lagi, bila Anda sudah sering menghadapinya. Anda berdua akan mulai terbiasa untuk menurunkan ego masing-masing dan mulai memberi ruang bagi kebiasaan pasangan, sedikit demi sedikit.

Berpacaran sangat menguras uang, benar? Anda mengeluarkan modal yang tidak sedikit untuk mempertahankan keutuhan hubungan. Untuk melancarkan komunikasi, SMS, telepon, dan chatting harus sering Anda lakukan. Belum lagi jika Anda harus mengantar dan menjemputnya saat berkencan. Bensin ataupun ongkos transportasi harus diperhitungkan di sini. Semua hal di atas memerlukan uang. Bayangkan berapa uang yang bisa Anda tabung, bila Anda tidak harus mengeluarkan banyak biaya hanya untuk membeli pulsa dan memastikan Anda masih dapat selalu menghubunginya? Kocek Anda tidak akan lagi cepat terkuras, karena Anda kini dapat bertemu pasangan 24 jam sehari! Komunikasi dilakukan secara langsung dan kapan pun Anda mau, tanpa biaya sepeser pun. Tempat kencan pun berpindah ke rumah bersama. Tidak ada lagi biaya transportasi dan biaya kencan lainnya. Untungnya lagi, kapan pun merasa rindu, Anda bisa langsung memeluknya. Dia akan ada di sisi Anda setiap waktu!

Meski memiliki keuntungan, tentu gaya pacaran seperti ini juga menyimpan banyak kekurangan. Kesepakatan Anda dan pasangan akan menentukan langkah berikutnya, apapun itu.

(Berbagai sumber)

SHARE