Membuat Perpustakaan Pribadi

0
46

.Gemar membaca dan mengoleksi buku membuat Anda membuthkan tempat khusus untuk menikmati dan menyimpan koleksi tersebut. Layaknya mantan presiden Amerika terdahulu, Thomas Jefferson, demi kecintaannya pada buku, ia rela menghabiskan banyak uang untuk membuat sebuah perpustakaan pribadi di rumahnya.

Seperti Jefferson, Anda bisa membuat perpustakaan untuk buku-buku Anda yang terbungkus sampul kulit. Desainnya tentu saja kuno. Panel kayu dan perabotan yang tidak nyaman akan ikut melengkapi. Tidak ada salahnya bila Anda tidak menyukai ide ini. Toh, perpustakaan pribadi bisa menjadi cerminan karakter seseorang. Selain menyenangkan, Anda dapat memuaskan hobi Anda membaca buku dengan menciptakan ruang senyaman dan seaman mungkin untuk buku-buku kesayangan.

Setiap ruangan dapat dijadikan perpustakaan di dalam rumah. Ruangan yang memiliki banyak jendela luas dan lebar akan memberikan banyak sinar matahari yang masuk dan menerangi ruangan tersebut. Cahaya ini akan sangat menenangkan saat Anda membaca. Sayang, sinar alami tidak bagus dan berbahaya untuk daya tahan buku. Jangan pula menyimpan buku di loteng ataupun ruang bawah tanah, karena kelembabannya akan menyebabkan banyak jamur dan serangga. Terlebih ruang bawah tanah yang rentan terkena banjir.

Ada banyak cara untuk mengatur ratusan bahkan ribuan buku. Meski bentuknya tidak sebagus perpustakaan umum, namun di perpustakaan pribadi Anda, buku dapat dicari dan ditemukan dengan mudah. Bagi buku menjadi beberapa seksi. Misal, kumpulan buku sejarah, budaya, politik, novel, dan sebagainya. Cara lain adalah dengan membagi buku ke dalam dua kelompok besar, fiksi dan non fiksi. Mungkin Anda penggemar novel dan seluruh buku yang Anda miliki hanyalah novel. Urutkan buku secara alfabet berdasarkan nama pengarangnya. Bisa jadi Anda menyukai buku dengan cerita bersambung – misal, Harry Potter – maka klasifikan buku-buku Harry Potter berdasarkan bagiannya dari buku pertama hingga terakhir. Warna bisa dimainkan di sini. Rak berwarna biru bisa digunakan untuk buku-buku yang sudah dibaca dan rak merah untuk buku yang belum sempat terbaca. Menarik, kan?

Hal utama yang harus Anda miliki untuk membuat perpustakaan pribadi selain ruangan adalah rak buku. Rak buku tersedia dalam berbagai macam bentuk, warna, dan harga. Bentuk yang tersembunyi atau menjadi satu (built-in) dengan ukuran sangat besar dari dasar lantai hingga atap langit-langit dapat sangat menghemat tempat. Sayang, rak seperti ini harganya sangat mahal. Pilihan kedua adalah rak buku yang dapat berdiri sendiri atau rak yang digantung dan menempel di tembok. Khusus untuk Anda yang mengoleksi buku antik, mungkin Anda ingin membeli rak berkaca untuk melindungi buku-buku tersebut agar tahan lama dan awet.

Rak buku sepanjang 91 centimeter setidaknya harus memiliki ketebalan sebesar 2,54 centimeter. Bila rak memiliki panjang lebih dari itu, maka ketebalannya pun harus bertambah agar tidak ambruk. Gunakan rak yang mudah disesuaikan. Buku kecil tidak akan memakan tempat yang terlalu luas. Buku berukuran besar pun memiliki tempat yang cukup untuk dirinya.

Koleksi buku yang berjumlah sangat banyak tentu akan membutuhkan rak yang besar dan sangat tinggi. Sediakan tangga terpisah atau buatkan tangga melingkar yang menyatu ke rak. Tangga ini akan membantu Anda mengambil buku yang ditempatkan di bagian atas. Jangan lupa memberikan sebuah sofa nyaman untuk tempat duduk Anda dan sebuah meja. Siapa tahu Anda butuh alas untuk menuliskan catatan di buku?

Mata yang sedang membaca membutuhkan cahaya yang cukup terang. Tempatkan lampu hingga berada melebihi tinggi bahu Anda, agar cahayanya tidak langsung menusuk mata dan menghindari silau. Lampu baca haruslah lebih terang dari cahaya lampu lainnya, namun tetap, jangan terlalu terang agar tidak merusak buku.

Have fun with your new private library!

(Berbagai sumber)

SHARE