Taman Karang Pulau Weh

0
31

.Konon di Abad 12 Sinbad sang petualang 7 lautan itu pernah berkunjung ke pulau indah ini. Dalam perjalanannya dari Arab menuju Cina itu, dia bersandar di salah satu pulau di Selat Malaka yang dikenal sebagai Pulau Emas. Bagaimana hal itu bisa terjadi?? Pulau Weh ternyata sudah sangat terkenal, bahkan sejak zaman Yunani kuno. Syahdan seorang geologis terkenal asal Yunani yang bernama Ptolomacus melakukan penjelajahan mengelilingi dunia. Dia yang melakukan perjalanan sekitar tahun 301 Sebelum Masehi itu menempuh rute yang sangat panjang dan suatu saat singgah di Selat Malaka. Dia yang takjub melihat keindahan pulau ini (dan mungkin kilau emas kala itu) segera mencatat dan memasukkan pulau ini dalam peta pelayarannya dengan nama Pulau Emas. Hampir seribu tahun kemudian Sinbad kembali mengikuti rute tersebut.

Sedangkan asal nama Pulau Weh sendiri konon berasal dari sebuah istilah dalam bahasa Aceh yang berarti pisah. Menurut cerita para leluhur, dulu sebenarnya Pulau Weh menyatu dengan Sumatra, namun karena suatu kejadian (yang besar kemungkinan adalah gempa) maka pulau ini ter-Weh-kan, atau terpisahkan.

Satu hal yang pasti adalah keindahan Pulau Weh yang tetap terjaga walau tahun dan abad telah banyak berganti, dan Tsunami pernah menyapa pulau ini. Ketika Anda menjejakkan kaki di Pulau Weh, Anda akan langsung disambut dengan panorama spektakuler yang layak menghiasi cover sebuah majalah. Kilau mentari di sela-sela pohon kelapa, deretan rumah dan bungalow yang berjajar di tepi pantai, semilir angin dan perahu nelayan yang mengapung di atas air laut berwarna hijau toska, serta jajaran koral yang terlihat dari permukaan… oh, sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan.

Di hari yang cerah, sekitar Pantai Weh akan menjadi surga yang sempurna bagi Anda untuk menikmati salah satu taman laut paling sensasional di dunia. Kehidupan karangnya benar-benar murni dan terawat. Palung yang mengelilingi pulau ini membawa air yang kaya gizi sehingga mampu menarik raksasa laut seperti ikan manta, hiu paus, Mola Mola. Terumbu karang yang mengelilingi pulau ini juga menjadi rumah bagi kehidupan laut yang luar biasa makro, diramaikan oleh kehadiran pipefish hantu, ikan daun, ikan stargazers, ikan katak, dan berbagai jenis belut laut. Tentu saja menyelam di Pulau Weh adalah salah satu pengalaman yang sangat menakjubkan.

Aktifitas di atas permukaan air laut juga tak kalah menyenangkan. Ada sumber air panas yang sangat nyaman untuk bersantai sambil menikmati pemandangan alam serta gunung vulkanik, dan kalau ingin lebih berpetualang, Anda dapat menikmati jalur pendakian menembus hutan ke puncak yang tinggi. Kehidupan liar masih banyak Anda temui karena di sepanjang jalan Anda akan dapat melihat spesies kera ekor panjang, biawak, dan elang laut.

Untuk menikmati semua keindahan dan keajaiban Pulau Weh, Anda dapat menempuhnya dari Medan melalui 9-10 jam perjalanan dengan menumpang bus, atau cukup satu jam perjalanan dengan menumpang pesawat terbang. Anda juga bisa menumpang kapal cepat atau kapal ferry dari Pelabuhan Ulee Lheu di Banda Aceh dan menempuh perjalanan sekitar 1 – 2.5 jam ke Pulau Weh. Setelah itu, Anda akan disambut oleh pemandangan indah yang setiap sudutnya layak diabadikan, alam raya yang setiap jengkalnya patut dijelajahi, dan lautan luas yang harus Anda selami. It’s a Weh Weh world

(Berbagai sumber)

SHARE