Pujian Lahirkan Kepercayaan Diri

0
42

.Memuji si kecil akan menimbulkan kepercayaan diri dan energi positif pada dirinya. Bagaimana bila sang buah hati tidak patut dipuji, karena faktanya ia tidak benar-benar berprestasi atau memiliki sesuatu hal yang patut dibanggakan? Jawabannya bisa Anda lihat sendiri pada kasus musisi King of The Pop, Michael Jackson.

Bagi Anda yang pernah menonton film perjalanan kisah hidup sang idola dunia tersebut, Anda akan melihat bagaiman kerasnya sang ayah mendidiknya. Michael dan saudara-saudaranya harus menjadi yang terbaik untuk mendapat pengakuan ayahnya. Jarang, bahkan hampir tidak pernah dirinya memuji Michael.

Kata-kata kasar, menghina, merendahkan, disertai dengan siksaan fisik menjadi ‘hukuman’ karena Michael ‘tidak berprestasi’, gagal mendapatkan juara satu dalam lomba menyayi, kejuaraan-kejuaraan lainnya. Hasilnya? Michael Jackson tumbuh besar menjadi pribadi yang minder. Dia selalu merasa ‘terancam’ oleh anggapan dan kritik orang lain terhadapnya. Dia membenci dirinya sendiri hingga melakukan operasi kulit pada seluruh tubuhnya.

Kata-kata dan pendapat Anda sebagai orangtua pada si kecil akan langsung tertanam pada otak dan ingatannya. Tak pelak, hal ini akan sangat berpengaruh pada kejiwaan anak nanti, baik atau buruk.

Memuji anak pintar. Bagi Anda mungkin tidak baik selalu mengatakan pada si kecil, bahwa dia pintar, hanya untuk menyenangkannya, padahal kenyataannya ia tidak pintar sama sekali. Sangat tertinggal jauh dengan teman-teman sekelasnya. Mengatakan hal yang berkebalikan dengan fakta disebut berbohong, bukan? Memang benar, namun Anda tetaplah orangtuanya. Ia melihat Anda sebagai panutan, orang yang sangat dihormati, dikagumi, dan dipercayainya. Bayangkan, bila tiap hari Anda berkata padanya, “Kamu bodoh sekali, sih? Masa ulangan gampang seperti ini tidak bisa? Enggak guna banget jadi orang! Tolol!” Ulang pernyataan Anda tersebut kepada si kecil setiap hari. Dijamin, ia akan mulai percaya, bahwa dirinya benar bodoh. Belajar serajin apapun, dia tetap akan bodoh, karena orangtuanya saja terlihat tidak percaya bahwa dia bisa berkembang menjadi lebih baik dengan segala sikap dan perkataan negatif. Anak mulai kehilangan kepercayaan dirinya.

Tujuan Anda mungkin baik, tidak ingin berbohong. Anda takut bila anak sering dipuji pintar yang tidak sesuai kenyataan, ia akan merasa syok dan sakit hati, bila di luar rumah ia mendengar dari banyak mulut orang lain, bahwa ia sebenarnya bodoh. Memuji bukan berarti selalu bersikap lunak padanya. Bila si kecil sering mendapat nilai jelek di kelas, maka Anda tetap harus ‘menyemangatinya’. “Nilaimu jelek sekali hari ini. Tapi mama yakin, ulangan yang berikutnya kamu akan jauh lebih baik! Anak mama gitu, lho! Pasti bisa, ya!” Tanpa menyakiti, Anda tetap bisa memuji dan menunjukkan sikap bangga, dukungan, percaya sepenuhnya pada kemampuan anak. Dengan ini anak tahu dan sadar, bahwa ia ‘tidak berhasil’ kali ini, namun ia tetap senang dan percaya pada dirinya, karena orangtua mendukungnya 100%.

Sudah cukupkah Anda memuji si kecil di rumah?

(Berbagai sumber)

SHARE