Sexy Girl Gone Creepy: Ada Apa Dengan Megan Fox?

0
40

.Gaun Megan Fox memang salah satu yang terindah saat menghadiri Golden Globe Awards 2011, 16 Januari lalu. Namun wajah dan tubuhnya tampak sangat berbeda, bahkan sulit sekali untuk mengenali Megan, jika tato Marilyn Monroe dilengannya tidak terlihat. Ada apa dengannya?

Malam itu Megan hadir sebagai presenter, namun ia tak mempresentasikan penghargaan apapun, dia hanya mengumumkan preview film “The Tourist”. Megan tak terlihat seperti biasanya. Dia telah kehilangan paling sedikit 5 kilogram massa tubuhnya sehingga menjadi terlalu skinny dan boney, struktur wajahnya juga telah berubah dramatis. Megan tampak seperti “fox” yang kelaparan.

Ini jelas bukan perkara kecanggihan makeup. Makeup artist yang handal, mungkin bisa mengakali wajah siapapun agar terlihat lebih ramping. Namun publik tak bisa dibohongi bahwa bagian rahang Megan menjadi sangat tirus, tulang pipinya menonjol dan tatapan matanya berubah lebih cekung. Warna kulitnya yang lebih terang dari tahun-tahun sebelumnya membuatnya tampak semakin pucat dan menyeramkan. Aktris yang posisinya digantikan Rosie Huntington dalam film Transformers ini terlihat 10 tahun lebih tua, meski usianya baru menginjak 24 tahun.

Tubuh sehat dengan lekuk sempurna yang dikagumi para pria dan wanita sejak pertama kemunculannya di Hollywood, kini lenyap tanpa sisa. Bagian dada, lengan, dan pinggul telah berkurang sangat drastis. Padahal, dalam kampanye lingerie Giorgio Armani beberapa bulan lalu, Megan masih terlihat segar. Penampilannya kali ini benar-benar seperti bukan Megan. Isu yang menggelikan pun seketika berkembang di dunia selebritas Hollywood: Megan mungkin menyewa robot atau membayar seorang gadis yang sedikit mirip dengannya untuk menggantikannya saat dia merasa lelah dengan sorotan kamera.

Terlepas dari segala spekulasi tersebut, secara ilmiah sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan Megan menjadi seperti ini, misalnya diet terlalu keras, depresi berat, eating disorder seperti anorexia atau bulimia, atau efek pemakaian botox yang berlebihan. Setelah ditelusuri, Megan sendiri pernah mengatakan bahwa dia rajin meminum vinegar (cuka) untuk menjaga berat badannya agar tak bertambah, bukan dengan cara diet atau berolahraga.

Wah, ini jelas bukan hal tepat untuk ditiru! Megan sepertinya perlu segera “berburu” lebih banyak makanan dan berhenti menyuntikkan botox ke wajahnya, atau dia akan kehilangan seluruh pekerjaannya. Lagipula, apa yang salah dengan tubuh berisi dan kulit tanned? Bukankah lebih baik menjadi diri sendiri?

(Berbagai sumber)

SHARE