Aku Tidak Mau di Tengah-Tengah!

0
29

.Bangga rasanya bila Anda dianggap sebagai sahabat oleh seseorang. Ia percaya kepada Anda sepenuhnya. Segala permasalahan diceritakan kepada Anda, termasuk dalam hal berpacaran. Mungkin bukan untuk mencari solusi, namun sekedar ingin berbagi unek-unek tentang sang kekasih.

Sebagai sahabat yang baik, pasti ada terbersit dalam benak dan hati Anda untuk ‘melindungi’ sahabat. Anda selalu berusaha menjaga agar sahabat tidak sakit hati oleh pasangannya tersebut. Hal ini tidak akan sesederhana itu lagi. Apa pasal? Sang kekasih tidak hanya menjadi ‘kenalan baru’ untuk Anda. Beberapa kali, bahkan kerap berkumpul bersama sahabat dan pasangannya, membuat Anda tidak lagi melihat orang tersebut hanya sebagai pacar seorang sahabat, kini ia menjadi teman Anda.

Ruwet. Kala mereka bersilat lidah dan saling melancarkan serangan, Anda seolah-olah sengaja ditempatkan di tengah-tengah, sebagai penengah, tentu saja. Ini belum ditambah adanya ‘tugas’ untuk menjadi kurir pengantar pesan pada masing-masing orang, seperti, “Tolong bilang Erick, jangan menelepon aku lagi.”

Begitu pula sebaliknya, Erick menitipkan pesan untuk disampaikan pada Sisca (misal), “Tanyain Sisca, dong, cowok kemarin itu benar sepupu jauhnya atau ternyata selingkuhannya?”

Gemas, deh! Mengapa mereka berdua tidak langsung bertanya satu sama lain? Itu omel Anda dalam hati. Posisi Anda sangat sulit. Kedua belah pihak kini adalah teman Ada dan tidak sepatutnya Anda menyakiti salah satu dari mereka. Penyelesaiannya cuma satu, bersikap netral. Bila mereka menempatkan Anda sebagai penengah, cukup tegaskan, bahwa Anda merasa keberatan dan minta mereka melakukan hal tersebut sendiri.

Bila mereka meminta waktu untuk curhat, be there. Dengarkan saja. Tidak perlu berkomentar. Meski berstatus sebagai ‘sahabat’, Anda tetap tidak berhak untuk ikut campur dalam hubungan orang lain. Jadilah orang yang dapat menggunakan kepala dingin dan hati yang jernih kala dibutuhkan. Setiap orang memiliki plus-minus dan sudut pandang yang berbeda. Contoh, menurut Erick, Sisca berselingkuh. Sedang bagi Sisca, Erick terlalu berlebihan dan ia sakit hati karena tidak dipercayai Erick. Semua salah dan semua benar. That’s relationship.

Biarkan mereka berdua menyelesaikan masalah mereka sendiri. Kapasitas Anda hanya sebagai pendengar yang baik dan teman yang ada di sisi mereka saat mereka down. Berhasil atau tidaknya hubungan mereka nanti, itu tidak akan mengubah kentalnya pertemanan Anda dengan mereka berdua. Ingat, permasalahan ada di antara mereka berdua, bukan antara Anda dengan salah satu dari mereka.

(Berbagai sumber)

SHARE