Mantanku, Balikan, Yuk?

0
31

.Sepatu lama lebih nyaman dipakai dibanding sepatu baru. Sama halnya dengan pasangan. Lebih baik kembali bersama mantan, dibanding mencari orang baru. Well, mungkin untuk beberapa orang, hal ini masih sangat berlaku.

Ibarat sepatu lama, Anda merasa nyaman berada di dekat mantan. Segala keburukannya sudah Anda ketahui, pun Anda mengerti celah-celah mengatasi semua hal tersebut. Tidak beda, bukan dengan sepatu? Meski sudah usang dan bau, namun Anda justru akan selalu merindukan bau tidak sedap tersebut. Semakin lama Anda memakainya, semakin empuk sepatu tersebut membalut kaki.

Berbeda dengan sepatu baru, yang meski model dan bentuknya modern, namun kaki langsung lecet ketka memakainya. Ya, mencari pasangan baru akan banyak menguras energi. Anda harus mulai lagi pendekatan. Mencoba mempelajari wataknya, berusaha mempelajarinya, dan mentolerir hal-hal baru yang tidak Anda sukai darinya. Proses adaptasi yang sangat melelahkan!

Sekarang Anda berpikir untuk kembali ke pelukan mantan. Why not? Untuk bisa menjalin kembali hubungan dengannya, Anda harus membersihkan kembali hati Anda. Jangan jadikan segala ingatan buruk sebagai landasan hubungan. Namun jadikan pengalaman-pengalaman buruk tersebut sebagai rambu-rambu dalam berpacaran.

Keputusan berpisah yang Anda berdua lakukan dulu tentu dilakukan atas dasar kuat. Ketidakcocokan, keegoisan masing-masing pihak, kebohongan, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, dan masih banyak lagi. Semua itu dapat berubah seiring berjalannya waktu. People change and grow up, anyway.

Kembalilah ke pelukannya dengan membawa pribadi baru yang jauh lebih baik. Belajarlah dari kesalahan diri sendiri. Introspeksi. Bila dulu Anda ‘merusak’ hubungan karena terlalu mengekang, kini belajarlah memberi ‘ruang gerak’ padanya. Sebaliknya, bila dulu Anda tidak pernah mau terbuka dan menghambat komunikasi, sehingga pasangan merasa terasingkan, maka sekarang Anda harus menjadi orang yang dapat mendiskusikan segala hal bersamanya, sebelum akhirnya mengambil keputusan berdua.

Buang jauh-jauh prasangka buruk tentang pribadinya di masa lalu. Never look back. Siapkan pemikiran dan hati positif untuk kembali menerima sang mantan. Orang berkembang, karena belajar dari pengalaman. Kegagalan Anda dengannya di masa lalu disebabkan karena ‘kebodohan’ Anda berdua. Bila Anda mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki hal itu, maka lakukanlah. Lagipula, tidak ada orang yang ingin tetap bodoh lebih dari sekali, bukan?

Satu keuntungan yang jelas Anda dapat saat kembali mendekati pasangan. Masing-masing dari Anda tidak perlu lagi bersikap jaim (jaga imej). Anda sudah saling mengenal satu sama lain. Kedekatan akan berjalan sangat alami. Sweet!

(Berbagai sumber)

SHARE