Dominasi Hancurkan Hubungan

0
45

.Tidak hanya pemimpin negara yang bisa otoriter. Dalam lingkup keluarga atau hubungan percintaan pun bisa terjadi dominasi dari salah satu pihak, Anda atau pasangan Anda.

Biasanya dalam sebuah pernikahan, orang dengan penghasilan lebih tinggi akan secara tidak sadar mendominasi pasangannya. Tidak perduli apa gendernya, perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki kemungkinan besar untuk mendominasi suatu hubungan.

Tanda-tanda seseorang yang otoriter dan mendominasi adalah seringnya dia mengkritik pasangannya, melontarkan kalimat-kalimat sarkastik padanya, kerap mengontrol, mengambil kendali dalam setiap situasi dan segala hal, cenderung mempermalukan pasangan, mengabaikannya, dan segala perlakuan negatif lainnya yang tujuannya hanya satu: merendahkan pasangan.

Dominasi dapat menghancurkan sebuah hubungan bila terus menerus dibiarkan. Lain halnya, bila Anda berdua saling memberikan kesempatan untuk bergantian mendominasi. Rasanya akan jauh lebih adil. Dominasi satu pihak akan menghambat komunikasi. Tidak ada lagi komunikasi dua arah. Dialog satu arah adalah satu-satunya ‘komunikasi’ yang berlaku.

Perasaan tidak dihargai tentu akan sangat menyakitkan. Bila Anda merasa didominasi, bicarakan hal tersebut dengan pasangan. Bila ia tidak mau mendengar, ungkapkan dalam kata-kata melalui surat. Apapun caranya, ia harus mengetahui perasaan Anda yang sesungguhnya! Tidak perlu takut kehilangan, bila Anda memutuskan untuk ‘berontak’. Saat pasangan tidak bisa menurunkan sikap otoriternya dan memutuskan jalan masing-masing, bukan hanya Anda yang kehilangan dia, ia pun akan kehilangan Anda.

Sebelum berdampak lebih buruk lagi, segera ambil tindakan! Be brave, speak up your mind!

(Berbagai sumber)

SHARE