Mantan 'Gila' Meresahkan!

0
21

.Seseorang bisa menjadi ‘gila’ bila ia berpisah dengan orang yang sangat dicintaiinya. Kala ketidakcocokan muncul dan menjdi perang dunia ketiga di antara Anda berdua hingga Anda mengucapkan kata putus, bakat psikopat sang kekasih pun mulai beraksi, mantan kekasih lebih tepatnya.

Bereterima kasih dan bersyukurlah bila mantan hanya ‘sekedar’ berteriak-teriak bagaikan Tarzan dengan semburan air mata ala Nobita dalam film Doraemon. Setidaknya hal tersebut hanya akan membuat Anda malu akibat telah menciptakan drama yang sangat ‘menyentuh’! Bagaimana jadinya bila adegan percobaan bunuh diri diikut sertakan? Masih merasa bersyukurkah Anda? I don’t think so.

Sayang, gangguan jiwa sang mantan tidak berhenti sampai di situ. Teror-teror mulai dilancarkannya. Setiap pagi saat Anda membuka kamar kos atau pintu rumah untuk mengambil koran, Anda menemukan sebuah nampan lengkap dengan makanan dan segelas susu atau jus lezat. Oh, tidak hanya itu, pesan manis pun terselip di atas secarik kertas di sana, “Selamat makan, Sayang. Have a nice day…” Bukannya senang, hati Anda justru berdegup kencang akibat ketakutan. Keringat dingin mulai menetes dan bulu roma ikut bergidik. Hiii…! Jangan-jangan makanan tersebut telah dibubuhi racun, itu pikir Anda.

Serangan masih berlanjut. Kali ini melalui pesan-pesan pendek melalui semua media yang Anda miliki. Facebook, Twitter, Email, SMS, Plurk, Skype. Anything, you name it! Isinya kurang lebih sama. Ia masih sangat mencintai Anda. Ia kecewa, marah, dan sedih, karena Anda memutuskannya. Meski demikian ia akan selalu menunggu Anda ‘kembali’. “I will always love you,” ujarnya. Oh, no! bayangkan bila Anda telah berkeluarga atau telah menjalin hubungan dengan orang baru, tentu hal ini akan sangat mengganggu.

Berhati-hatilah bila mantan Anda sudah mulai berani mendekati keluarga Anda. Datang ke playgroup tempat si kecil bersekolah, misalnya. Tidak masalah bila ia hanya menemani dan mengajaknya bermain. Tapi bagaimana bila sang mantan menculik sang buah hati? Rasa posesifnya terhadap Anda membuatnya juga merasa berhak memiliki si kecil. Lain lagi bila ia menjadi benci terhadap anak Anda, karena ia adalah ‘buah cinta’ antara Anda dan pasangan. Bisa jadi nyawa si kecil pun ‘menghilang’.

Mengatasinya cukup mudah. Cuekin saja. Orang seperti ini sebenarnya hanya membutuhkan perhatian. Bila Anda merespon perbuatannya dengan memakinya sekalipun, ia tetap akan merasa senang. Setidaknya Anda kembali menghubunginya meskipun karena marah dan itulah tujuannya, kembali membuat Anda berinteraksi dengannya. Abaikan dirinya. Bila terornya dirasa sudah sangat mengganggu dan berbahaya, ada baiknya Anda meminta bantuan pihak yang berwenang atau keluarga besar.

(Berbagai sumber)

SHARE