Tradisi Rebo Bontong

0
44

.Di bulan Februari nanti, ada berbagai kegiatan adat yang bisa Anda saksikan di Lombok, salah satunya adalah tradisi Rebo Bontong. Dalam bahasa Sasak, istilah Rebo Bontong berasal dari gabungan dua kata, yaitu Rebo -Hari Rabu- dan Bontong -Ujung, Bontot- sehingga kurang lebih artinya adalah Rabu terakhir.

Bagi sebagian masyarakat Pulau Lombok, terutama di kawasan Gili Air dan Lombok Timur, tradisi Rebo Bontong ini ditandai dengan kegiatan mandi bersama yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Tahun ini tradisi Rebo Bontong akan dilaksanakan pada tanggal 9 Februari, sekitar seminggu sebelum peringatan Maulid Nabi.

Namun tradisi mandi bersama ini tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Di seluruh kawasan Lombok, tradisi Rebo Bontong hanya dilaksanakan di Sungai Jangkuk (Dasan Agung, Kota Mataram), Pantai Tanjung Menangis (Pringgabaya, Lombok Timur), dan di Desa Kuranji (Labuapi, Lombok Barat).

Kalau di Lombok ada ritual Rebo Bontong, masyarakat Jawa, Sunda, Kalimantan Selatan, dan Bangka Belitung mengenalnya dengan istilah Rebo Wekasan. Pada dasarnya Rebo Bontong dan Rebo Wekasan meyakini hal yang sama, yaitu untuk membersihkan dan menyucikan diri sebelum memasuki perayaan Maulid Nabi. Tradisi Rebo Bontong dan Rebo Wekasan merupakan sebuah nilai lokal yang terwujud dalam bentuk sebuah akulturasi anatar agama dengan kearifan lokal budaya setempat. Sebuah tradisi sekaligus event wisata yang sangat potensial.

(Berbagai sumber)

SHARE