Menjadi Cupid Untuk Teman Jomblo

0
25

.Melihat teman yang masih saja menjomblo setelah beribu tahun lamanya sangat mengiris hati. Sedih rasanya. Lingkaran putih muncul di atas kepala Anda. Saatnya berbuat baik dan menjodohkannya dengan teman Anda yang lain!

Menjadi cupid tidak semudah itu. Ada etika-etika tertentu yang harus Anda lakukan. Pertama, jangan mengharapkan keajaiban cerita cinta dalam dongeng muncul dan terjadi dalam perjodohan yang Anda ciptakan. Dua insan yang Anda pikir cocok bisa jadi justru sangat bertolak belakang saat menjalin hubungan.

Jujurlah kepada masing-masing pihak. Jangan lakukan perjodohan menggunakan jiwa marketing ataupun jiwa seorang pedagang, yang hanya mengemukakan sisi positif – bahakn cenderung dilebih-lebihkan – ‘barang’ yang ditawarkan. Sejak awal, teman Anda berhak tahu kekurangan dan kelebihan kencan butanya nanti. Misal, katakan jujur pada teman Anda bahwa orang tersebut gendut, sedang tidak bekerja (menganggur), sudah janda atau duda, dan masih banyak lagi. Bila setelah mengetahui kekurangannya, teman Anda masih ingin bertemu orang itu, maka kemungkinan besar perjodohan akan berlanjut lancar.

Pertemukanlah dua orang yang memiliki banyak kesamaan. Hobi, pekerjaan, karakter, cara bergaul, dan masih banyak contoh lainnya. Semakin banyak kesamaan mereka, semakin besar kesempatan mereka untuk memiliki berbagai macam topik pembicaraan. Merasa berada pada bidang pekerjaan atau hobi yang serupa akan mencairkan suasana dan membuat mereka cepat akrab serta dekat.

Setelah mereka bertemu, jangan merusuhi mereka. Sering bertanya mengenai perkembangan hubungan akan sangat mengganggu. Santai saja. Biarkan mereka berjalan apa adanya. Semua butuh waktu dan proses yang tidak sebentar.

Satu hal yang perlu Anda ingat, apa yang terjadi setelah perjodohan berlangsung bukan lagi menjadi urusan Anda. Berhasil atau tidaknya ada di tangan mereka masing-masing. Anda hanya memperkenalkan satu sama lain.

(Berbagai sumber)

SHARE